Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 12 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Dunia kerja terus berubah seiring pesatnya perkembangan teknologi dan industri kreatif. Karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu berpikir kreatif dan adaptif agar tetap relevan di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Cecep Rukendi saat menjadi narasumber dalam kuliah umum bertema “Masa Depan Ekonomi Kreatif Sejahtera dari Ide Kreatif” di Universitas Tanjungpura, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang digelar Pascasarjana Untan bersama UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan itu diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai fakultas serta instansi pemerintah daerah.
Dalam pemaparannya, Cecep menegaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan daerah.
“Bagaimana ide dan kreativitas itu bisa membangun kesejahteraan bagi masyarakat lokal maupun pemerintah daerah,” kata Cecep.
Menurutnya, kreativitas tidak hanya penting bagi mahasiswa jurusan industri kreatif seperti arsitektur atau desain, tetapi juga relevan bagi mahasiswa dari bidang ekonomi, sosial, hingga sains.
Ia menilai banyak tokoh sukses di industri kreatif justru berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda dengan profesi yang mereka jalani saat ini.
“Banyak produser atau sutradara hebat bukan lulusan jurusan film. Mereka bisa berasal dari jurusan lain, tetapi mampu mengembangkan kreativitasnya,” ujarnya.
Cecep juga menyoroti pentingnya kemampuan berpikir analitis, sistematis, dan kreatif sebagai keterampilan utama menghadapi dunia kerja tahun 2030.
Menurut dia, kreativitas kini menjadi nilai tambah hampir di semua profesi, termasuk di sektor pendidikan.
“Dosen yang mengajar dengan kreativitas tentu akan memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan dengan yang mengajar secara biasa,” katanya.
Ia berharap mahasiswa Untan terus mengasah kreativitas dan tidak takut mengeksplorasi potensi diri, meski nantinya berkarier di luar bidang studi yang dipelajari.
“Bisa jadi seseorang bekerja sesuai jurusannya, tetapi bisa juga meniti karier di luar bidang studinya dengan mengembangkan kreativitas,” tutupnya.
Sementara itu, Rektor Untan, Garuda Wiko yang diwakili Direktur Pascasarjana Untan, Nurmainah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan membuka perspektif baru bagi mahasiswa terkait potensi ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat.
Menurutnya, Kalbar memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang sangat potensial dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif berdaya saing nasional hingga global.
“Potensi tersebut harus kita dorong agar mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing nasional maupun global,” ujarnya.
Nurmainah menambahkan, kuliah umum itu juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dari jenjang Diploma, Strata 1, Strata 2, hingga perangkat pemerintah daerah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa ekonomi masa depan tidak lagi hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga pada kekuatan ide, inovasi, dan kreativitas.
“Kuliah umum ini membuka wawasan mahasiswa dan perangkat pemerintah bahwa kreativitas dan ide dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru serta menghasilkan income di masa mendatang,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Dunia kerja terus berubah seiring pesatnya perkembangan teknologi dan industri kreatif. Karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu berpikir kreatif dan adaptif agar tetap relevan di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Cecep Rukendi saat menjadi narasumber dalam kuliah umum bertema “Masa Depan Ekonomi Kreatif Sejahtera dari Ide Kreatif” di Universitas Tanjungpura, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang digelar Pascasarjana Untan bersama UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan itu diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai fakultas serta instansi pemerintah daerah.
Dalam pemaparannya, Cecep menegaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan daerah.
“Bagaimana ide dan kreativitas itu bisa membangun kesejahteraan bagi masyarakat lokal maupun pemerintah daerah,” kata Cecep.
Menurutnya, kreativitas tidak hanya penting bagi mahasiswa jurusan industri kreatif seperti arsitektur atau desain, tetapi juga relevan bagi mahasiswa dari bidang ekonomi, sosial, hingga sains.
Ia menilai banyak tokoh sukses di industri kreatif justru berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda dengan profesi yang mereka jalani saat ini.
“Banyak produser atau sutradara hebat bukan lulusan jurusan film. Mereka bisa berasal dari jurusan lain, tetapi mampu mengembangkan kreativitasnya,” ujarnya.
Cecep juga menyoroti pentingnya kemampuan berpikir analitis, sistematis, dan kreatif sebagai keterampilan utama menghadapi dunia kerja tahun 2030.
Menurut dia, kreativitas kini menjadi nilai tambah hampir di semua profesi, termasuk di sektor pendidikan.
“Dosen yang mengajar dengan kreativitas tentu akan memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan dengan yang mengajar secara biasa,” katanya.
Ia berharap mahasiswa Untan terus mengasah kreativitas dan tidak takut mengeksplorasi potensi diri, meski nantinya berkarier di luar bidang studi yang dipelajari.
“Bisa jadi seseorang bekerja sesuai jurusannya, tetapi bisa juga meniti karier di luar bidang studinya dengan mengembangkan kreativitas,” tutupnya.
Sementara itu, Rektor Untan, Garuda Wiko yang diwakili Direktur Pascasarjana Untan, Nurmainah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan membuka perspektif baru bagi mahasiswa terkait potensi ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat.
Menurutnya, Kalbar memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang sangat potensial dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif berdaya saing nasional hingga global.
“Potensi tersebut harus kita dorong agar mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing nasional maupun global,” ujarnya.
Nurmainah menambahkan, kuliah umum itu juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dari jenjang Diploma, Strata 1, Strata 2, hingga perangkat pemerintah daerah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa ekonomi masa depan tidak lagi hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga pada kekuatan ide, inovasi, dan kreativitas.
“Kuliah umum ini membuka wawasan mahasiswa dan perangkat pemerintah bahwa kreativitas dan ide dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru serta menghasilkan income di masa mendatang,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini