Kapuas Hulu    

Antisipasi Ancaman El Nino Godzila, Karyamas Plation Region Badau Bentuk Pasukan Reaksi Cepat Anti Asap

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 01 May 2026
Antisipasi Ancaman El Nino Godzila, Karyamas Plation Region Badau Bentuk Pasukan Reaksi Cepat Anti Asap
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Guna mengantisipasi ancaman el nino godzila pada bulan Juli dan Agustus 2026, PT Buana Tunas Sejahtera, PT Sentrakarya Manunggal, dan PT Mandala Intan Jaya di bawah Karyamas Plantation-1 Region Badau menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan/Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan skala besar.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, 29-30 April 2026, dipusatkan di Club House Serang Estate, Kecamatan Badau Kabupaten Kapuas Hulu.

Kegiatan ini turut dihadiri TNI, Polri, BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Manggala Agni, Camat, Empat Kepala Desa, Tumenggung Dayak Iban, hingga empat patih adat duduk. Pada kesempatan ini pula, sebanyak 18 stakeholder melakukan penandatanganan komitmen bersama perang lawan asap karhutla.

“Data frekuensi karhutla naik tiap tahun. Tahun 2026 diprediksi el nino godzila. Kalau tidak siap sekarang, kita telat,” tegas Indra Kumara dari Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kapuas Hulu.

Sementara itu, Regional Controler Badau, Tumbur Pardede yang mewakili manajemen memaparkan langkah konkret tiga perusahaan. Region Badau mengelola konsesi luas yang bersinggungan langsung dengan desa dan hutan.

“Tim perusahaan telah memberikan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di desa penyangga. Pencegahan yang sudah kami jalankan: sosialisasi dan pelatihan karhutla ke masyarakat, monitoring hotspot satelit, patroli api rutin, membangun menara api, dan melengkapi sarpras di tiga PT,” jelas Tumbur.

Kunci sukses menurutnya dengan merangkul tokoh masyarakat. “Kami bersama-sama merangkul tokoh masyarakat agar tercipta suasana yang kondusif. Kalau desa tenang, kebun aman, asap tidak ada.” katanya.

Sinergi ini diharapkan jadi benteng Badau dalam hadapi musim kering ekstrem 2026.

"Menara api sudah berdiri. Patroli jalan tiap hari. Warga diedukasi aturan 2 hektar. Aparat siap turun. Komitmen sudah diteken. Target Badau hanya satu 2026, nol hotspot, nol asap, "pungkas Tumbur.

Mewakili Kapolsek Badau, Bripka Trio P menegaskan, bahwa apel siaga harus dimaknai serius.

“Kegiatan ini bukan hanya seremonial. Kita harus siap kalau kejadian itu terjadi. Pemerintah mendukung. Aturan dari perusahaan harus dijalankan dan ditaati. Silakan buka ladang, tapi mari bersama-sama ikuti peraturan pemerintah,” ujarnya.

Danramil Badau, Kapten Mahfud S menyatakan TNI AD satu komando. “Kami TNI siap bersinergi dan membantu pencegahan karhutla. Kami dukung kegiatan seperti ini karena dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat Badau,” tegasnya.

Sekcam Badau, Hasnul Shabri, mengaku bahwa untuk mengubah kebiasaan lama warga tentu sulit, namun tindakan pencegahan tetap harus diambil.

“Kita harus jaga kebun kita, bukan hanya kebun masyarakat di luar perkebunan. Inti sosialisasi hari ini harus dijalankan. Boleh membakar lahan, tapi ada batasan maksimal 2 hektare,” katanya.

Aturan itu diperkuat Julias Shofiar dari Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu. Dalam materi “Mitigasi Kebakaran Lahan dan Kebun”. Ia menyebut dampak karhutla ada tiga, yakni sosial, ekonomi, kesehatan. Problem utama api kecil tidak cepat dipadamkan karena personel tidak siap.

"Dasar hukumnya jelas. UU Nomor 39 Tahun 2024 tentang Perkebunan dan Inpres Nomor 11 Tahun 2015. Tujuan pembukaan lahan tanpa bakar untuk lestarikan lingkungan dan kurangi gas rumah kaca. Setiap masyarakat tradisional yang buka lahan lebih dari 2 hektare akan dikenakan sanksi sesuai UU,” papar Julias.

Gunawan dari BPBD Kapuas Hulu, menyampaikan pihaknya sedang membangun tim reaksi cepat desa. Tujuannya agar desa bisa merespon cepat karhutla, banjir, dan bencana lain.

Bencana alam adalah garis nyata yang tidak bisa dihindari. Yang bisa kita lakukan adalah siap,” ujarnya.

Gunawan mengimbau kepada para peladang, kalau meninggalkan rumah, pastikan listrik dipadamkan.

"Banyak kebakaran karena korsleting," kata dia.

Di sisi lain, Indra Kumara, petugas DLH Perkim Kapuas Hulu menyampaikan, untuk menghadapi el nino godzila bulan Juli-Agustus, maka sarana dan prasarana harus lengkap, SDM juga harus siap.

"Kelola daerah tangkapan air Danau Sentarum harus berkelanjutan. Saling kerja sama warga, desa, dan perusahaan biar cepat tanggap bencana," katanya.

18 Pihak Teken Komitmen: dari Kades sampai Danyon Satgas Pamtas

Bukti keseriusan Badau melawan asap adalah penandatanganan komitmen bersama. Pihak yang terlibat antara lain Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, BPBD Kapuas Hulu, Dinas Lingkungan Hidup Perkim Kapuas Hulu, Manggala Agni Daops Semitau, Management 3 Perusahaan, Camat Badau, Kapolsek Badau, Danramil Badau, Danyon Satgas Pamtas RI-Malaysia/Yonkav-3 Badau, Tumenggung Suku Dayak Iban Badau, Kades Badau, Kades Janting, Kades Kekurak, Kades Sebindang, Patih Kekurak, Patih Janting, Patih Sebindang, dan Patih Tajum. (Haq)

Artikel Selanjutnya
May Day 2026, Petani di Ketapang Desak Pemda Cabut Izin PT Mayawana Persada
Friday, 01 May 2026
Artikel Sebelumnya
Kodim Putussibau Gelar Program Kampung Merah Putih di Kelurahan Hilir Kantor
Friday, 01 May 2026

Berita terkait