Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 23 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi meluncurkan inovasi Desa Sakti (Desa Bebas Anak Tidak Sekolah) dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2027, yang digelar di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Selasa 21 April 2026.
Inovasi Desa Sakti merupakan gerakan bersama untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah di Kalimantan Barat yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan.
Program ini juga diharapkan mampu mendorong pemerataan pendidikan hingga ke wilayah desa.
“Jadi nanti kalau ada anak-anak yang tidak sekolah tiap daerah akan kita bantu, agar mereka tidak putus sekolah,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Ria Norsan menegaskan, bahwa Desa Sakti bukan sekadar program, melainkan komitmen lintas sektor yang membutuhkan sinergi berbagai pihak. Mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, satuan pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat luas.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari desa dan menjangkau wilayah yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga tiga hal penting dalam pelaksanaan pembangunan ke depan.
Pertama, konsistensi arah pembangunan agar seluruh kebijakan tetap sejalan dengan tema, sasaran, dan prioritas tahun 2027.
Kedua, kedisiplinan dalam kualitas perencanaan, sehingga program yang disusun matang secara teknokratis dan siap dilaksanakan.
Ketiga, kolaborasi yang nyata antar sektor, mengingat transformasi pembangunan Kalimantan Barat tidak dapat berjalan optimal jika dilakukan secara parsial.
Lebih lanjut, Norsan menekankan bahwa pembangunan tahun 2027 harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut mencakup pemerataan pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur yang berkualitas, kemajuan desa, perluasan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, hingga peningkatan daya saing ekonomi daerah.
“Ini adalah esensi dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi meluncurkan inovasi Desa Sakti (Desa Bebas Anak Tidak Sekolah) dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2027, yang digelar di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Selasa 21 April 2026.
Inovasi Desa Sakti merupakan gerakan bersama untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah di Kalimantan Barat yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan.
Program ini juga diharapkan mampu mendorong pemerataan pendidikan hingga ke wilayah desa.
“Jadi nanti kalau ada anak-anak yang tidak sekolah tiap daerah akan kita bantu, agar mereka tidak putus sekolah,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Ria Norsan menegaskan, bahwa Desa Sakti bukan sekadar program, melainkan komitmen lintas sektor yang membutuhkan sinergi berbagai pihak. Mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, satuan pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat luas.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari desa dan menjangkau wilayah yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga tiga hal penting dalam pelaksanaan pembangunan ke depan.
Pertama, konsistensi arah pembangunan agar seluruh kebijakan tetap sejalan dengan tema, sasaran, dan prioritas tahun 2027.
Kedua, kedisiplinan dalam kualitas perencanaan, sehingga program yang disusun matang secara teknokratis dan siap dilaksanakan.
Ketiga, kolaborasi yang nyata antar sektor, mengingat transformasi pembangunan Kalimantan Barat tidak dapat berjalan optimal jika dilakukan secara parsial.
Lebih lanjut, Norsan menekankan bahwa pembangunan tahun 2027 harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut mencakup pemerataan pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur yang berkualitas, kemajuan desa, perluasan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, hingga peningkatan daya saing ekonomi daerah.
“Ini adalah esensi dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini