Kayong Utara    

Hebohkan Warga Pemangkat, Seekor Orang Utan Dievakuasi dari Perkebunan ke Taman Nasional Gunung Palung

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 23 April 2026
Hebohkan Warga Pemangkat, Seekor Orang Utan Dievakuasi dari Perkebunan ke Taman Nasional Gunung Palung
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Aksi penyelamatan satwa dilindungi berlangsung dramatis di Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kabupaten Kayong Utara. Diketahui, seekor orang utan yang sempat merusak tanaman di perkebunan warga berhasil dievakuasi oleh tim gabungan BKSDA dan kepolisian untuk dikembalikan ke habitat aslinya di kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), pada Kamis (23/04/2026).

Dalam prosesnya, pihak kepolisian pun ikut melakukan pendampingan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lokasi tersebut. Keberadaan orang utan ini sempat menghebohkan warga setempat.

Kapolres Kayong Utara, AKBP Adi Prabowo membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, dalam kegiatan itu dilakukan pula identifikasi dan observasi awal terhadap lokasi kebun yang mengalami kerusakan akibat aktivitas orang utan.

"Kami melakukan indentifikasi dan observasi. Setelah dilakukan pemeriksaan bersama, disimpulkan bahwa benar terdapat tanda-tanda keberadaan orang utan di sekitar area tersebut, dengan melibatkan YIARI, BKSDA, TNGP, Polri, TNI dan masyarakat," jelas Kapolres Adi kepada awak media, Kamis (23/04/2026).

Adi menambahkan, langkah-langkah pendampingan BKSDA dalam menangani kasus orang utan yang mengganggu perkebunan warga antara lain, melakukan pelaporan dan respons awal observasi dan evaluasi lapangan, upaya mitigasi konflik, evakuasi dan translokasi, pencegahan jangka panjang dan dilakukan pemindahan orang utan ke Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir merupakan kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

"Dalam melakukan evakuasi berjalan dengan lancar, dalam hal ini Polsek Simpang Hilir melakukan pendampingan terhadap petugas BKSDA dalam melakukan observasi dan verifikasi di lokasi kejadian laporan warga. Tujuannya adalah untuk memahami situasi, mencari tahu penyebab orangutan memasuki area perkebunan, dan mengumpulkan informasi yang diperlukan," tandasnya. (Sans)

Artikel Selanjutnya
Itwasda Polda Kalbar Evaluasi Perencanaan dan Pengorganisasian Serta Audit Kinerja Tahap I 2026 di Polres Kapuas Hulu
Thursday, 23 April 2026
Artikel Sebelumnya
Peringati Hari Buruh, PLN Dorong Keselamatan dan Respons Cepat Penanganan Bencana
Thursday, 23 April 2026

Berita terkait