Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 16 April 2026 |
KALBARONLINE.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menunjukkan tren kemajuan dalam beberapa tahun terakhir.
Djamari menepis anggapan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam penanganan karhutla sejak tahun 1990-an. Ia menilai, justru dalam dua tahun terakhir terjadi peningkatan yang cukup nyata, khususnya dari sisi penurunan luas lahan yang terbakar.
“Kalau tidak ada perubahan, itu keliru. Dari 2024 ke 2025 saja sudah ada kemajuan. Tahun 2025 ini juga menunjukkan peningkatan lagi, terutama dari sisi luas daerah yang terbakar,” ujarnya usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Nasional Karhutla 2026 di Kalbar, Kamis (16/04/2026).
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, perusahaan, serta masyarakat di Kalimantan Barat.
Ia menekankan bahwa persoalan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Ini bukan hanya persoalan pemerintah atau perusahaan, tapi persoalan kita semua sebagai masyarakat,” tegasnya.
Djamari juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kalimantan Barat yang dinilai telah berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Ia berharap, upaya yang telah dilakukan dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, sehingga ke depan Kalimantan Barat mampu mencapai angka penurunan karhutla yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kalimantan Barat yang sudah menjaga ini. Ke depan, harus terus dijaga dan dipelihara agar hasilnya semakin baik,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menunjukkan tren kemajuan dalam beberapa tahun terakhir.
Djamari menepis anggapan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam penanganan karhutla sejak tahun 1990-an. Ia menilai, justru dalam dua tahun terakhir terjadi peningkatan yang cukup nyata, khususnya dari sisi penurunan luas lahan yang terbakar.
“Kalau tidak ada perubahan, itu keliru. Dari 2024 ke 2025 saja sudah ada kemajuan. Tahun 2025 ini juga menunjukkan peningkatan lagi, terutama dari sisi luas daerah yang terbakar,” ujarnya usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Nasional Karhutla 2026 di Kalbar, Kamis (16/04/2026).
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, perusahaan, serta masyarakat di Kalimantan Barat.
Ia menekankan bahwa persoalan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Ini bukan hanya persoalan pemerintah atau perusahaan, tapi persoalan kita semua sebagai masyarakat,” tegasnya.
Djamari juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kalimantan Barat yang dinilai telah berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Ia berharap, upaya yang telah dilakukan dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, sehingga ke depan Kalimantan Barat mampu mencapai angka penurunan karhutla yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kalimantan Barat yang sudah menjaga ini. Ke depan, harus terus dijaga dan dipelihara agar hasilnya semakin baik,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini