Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 15 April 2026 |
KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah, memastikan ketersediaan pangan kini dalam kondisi aman dengan harga yang relatif terkendali.
Hal itu disampaikannya usai melakukan pengecekan langsung di Pasar Flamboyan dan salah satu ritel modern di Jalan Gajah Mada, Rabu (15/04/2026).
Amirullah menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya validasi terhadap laporan petugas di lapangan. Ia menegaskan, pemantauan rutin dilakukan untuk memastikan harga tetap sesuai dan ketersediaan barang terjaga.
“Berdasarkan pemeriksaan langsung, ketersediaan barang terjamin. Kami melakukan cross-check di pasar tradisional dan ritel modern, hasilnya stok aman dan tidak ada pembatasan pembelian oleh konsumen,” ujarnya usai pemantauan.
Ia mengungkapkan, tren harga dalam beberapa minggu terakhir setelah Idulfitri menunjukkan kecenderungan menurun. Sejumlah komoditas seperti ikan dan telur mengalami penurunan harga, sementara komoditas lain seperti bawang, bawang putih, dan kentang relatif stabil.
“Secara umum harga cenderung turun dibandingkan minggu sebelumnya. Untuk beras premium memang ada kenaikan sekitar Rp 1.000 per 20 kilogram, namun masih dalam batas wajar,” jelasnya.
Menurut Amirullah, kenaikan pada beberapa komoditas dipengaruhi oleh faktor eksternal, salah satunya harga kemasan plastik yang meningkat cukup signifikan, yakni antara 30 hingga 90 persen. Kondisi ini berdampak pada produk yang menggunakan kemasan plastik, termasuk beras.
Meski demikian, ia memastikan harga kebutuhan pokok yang memiliki harga acuan seperti beras dan minyak goreng tetap terkendali dan tersedia di pasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Amirullah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Jika terjadi pembelian berlebihan, hal ini bisa memicu kenaikan harga dan mempengaruhi psikologi konsumen lain,” tegasnya.
Selain memantau harga dan stok, Satgas Pangan juga melakukan pengawasan terhadap perlindungan konsumen, salah satunya melalui pemeriksaan timbangan pedagang di pasar tradisional.
“Hampir seluruh timbangan dalam kondisi baik dan masih tersegel. Ada satu yang sudah tua, langsung kami imbau untuk diganti. Ini penting agar tidak merugikan konsumen,” ungkapnya.
Pemkot Pontianak melalui Satgas Pangan berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi pasca Idulfitri. (Jau)
KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah, memastikan ketersediaan pangan kini dalam kondisi aman dengan harga yang relatif terkendali.
Hal itu disampaikannya usai melakukan pengecekan langsung di Pasar Flamboyan dan salah satu ritel modern di Jalan Gajah Mada, Rabu (15/04/2026).
Amirullah menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya validasi terhadap laporan petugas di lapangan. Ia menegaskan, pemantauan rutin dilakukan untuk memastikan harga tetap sesuai dan ketersediaan barang terjaga.
“Berdasarkan pemeriksaan langsung, ketersediaan barang terjamin. Kami melakukan cross-check di pasar tradisional dan ritel modern, hasilnya stok aman dan tidak ada pembatasan pembelian oleh konsumen,” ujarnya usai pemantauan.
Ia mengungkapkan, tren harga dalam beberapa minggu terakhir setelah Idulfitri menunjukkan kecenderungan menurun. Sejumlah komoditas seperti ikan dan telur mengalami penurunan harga, sementara komoditas lain seperti bawang, bawang putih, dan kentang relatif stabil.
“Secara umum harga cenderung turun dibandingkan minggu sebelumnya. Untuk beras premium memang ada kenaikan sekitar Rp 1.000 per 20 kilogram, namun masih dalam batas wajar,” jelasnya.
Menurut Amirullah, kenaikan pada beberapa komoditas dipengaruhi oleh faktor eksternal, salah satunya harga kemasan plastik yang meningkat cukup signifikan, yakni antara 30 hingga 90 persen. Kondisi ini berdampak pada produk yang menggunakan kemasan plastik, termasuk beras.
Meski demikian, ia memastikan harga kebutuhan pokok yang memiliki harga acuan seperti beras dan minyak goreng tetap terkendali dan tersedia di pasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Amirullah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Jika terjadi pembelian berlebihan, hal ini bisa memicu kenaikan harga dan mempengaruhi psikologi konsumen lain,” tegasnya.
Selain memantau harga dan stok, Satgas Pangan juga melakukan pengawasan terhadap perlindungan konsumen, salah satunya melalui pemeriksaan timbangan pedagang di pasar tradisional.
“Hampir seluruh timbangan dalam kondisi baik dan masih tersegel. Ada satu yang sudah tua, langsung kami imbau untuk diganti. Ini penting agar tidak merugikan konsumen,” ungkapnya.
Pemkot Pontianak melalui Satgas Pangan berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi pasca Idulfitri. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini