Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 09 April 2026 |
KALBARONLINE.com – Setelah Ria Norsan, kini giliran Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang merasa jengkel dengan kritikan warga Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang lantaran kerap membanding-bandingkan kinerja Pemprov Kalbar dengan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi atau KDM.
Sangking kesalnya, ia bahkan sesumbar akan mencium lutut KDM—yang tak tahu pasal—jika mampu menyelesaikan kemelut infrastruktur Kalbar dengan model anggaran yang ada saat ini.
“Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” ujar Krisantus saat membuka musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (09/04/2026).
Sebelumnya, ketegangan ini dipicu oleh video viral warga Sepauk, Sintang, yang membandingkan jalanan hancur di Kalbar dengan kemulusan aspal di Jawa Barat. Merasa perbandingan tersebut tidak berdasar pada realita fiskal, emosi Krisantus pun akhirnya meledak di tengah forum resmi.
Krisantus lalu turut membandingkan luas Jawa Barat yang hanya 43 ribu kilometer persegi namun disokong dana raksasa Rp 31 triliun, dengan Kalbar harus mengurus wilayah seluas 171 ribu kilometer persegi—empat kali lipat luas Jabar—namun hanya bermodalkan APBD "receh" sebesar Rp 6 triliun.
“Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali orang Salauk. Saya tidak tahu itu orang Sepauk asli atau bukan. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat,” kata dia.
“Dalam video itu, ada yang pinjam Dedi Mulyadi selama tiga bulan. Suruh dia jadi Gubernur Kalbar, bertukar kita. Saya mau lihat, kalau bisa bangun Kalbar pakai APBD enam triliun, kucium lututnya,” cetusnya.
Meski narasinya menantang, Krisantus menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia mengklaim alat berat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) juga sudah dikerahkan ke titik-titik kerusakan yang viral di Bedayan.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan keras agar masyarakat memahami realitas beban pembangunan yang harus dipikul pemerintah dengan anggaran terbatas.
“Infrastruktur jalan dan jembatan di Sintang memang berat dengan kemampuan fiskal yang ada. Tapi pemerintah tidak akan tinggal diam,” tuturnya. (Jau)
KALBARONLINE.com – Setelah Ria Norsan, kini giliran Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang merasa jengkel dengan kritikan warga Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang lantaran kerap membanding-bandingkan kinerja Pemprov Kalbar dengan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi atau KDM.
Sangking kesalnya, ia bahkan sesumbar akan mencium lutut KDM—yang tak tahu pasal—jika mampu menyelesaikan kemelut infrastruktur Kalbar dengan model anggaran yang ada saat ini.
“Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” ujar Krisantus saat membuka musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (09/04/2026).
Sebelumnya, ketegangan ini dipicu oleh video viral warga Sepauk, Sintang, yang membandingkan jalanan hancur di Kalbar dengan kemulusan aspal di Jawa Barat. Merasa perbandingan tersebut tidak berdasar pada realita fiskal, emosi Krisantus pun akhirnya meledak di tengah forum resmi.
Krisantus lalu turut membandingkan luas Jawa Barat yang hanya 43 ribu kilometer persegi namun disokong dana raksasa Rp 31 triliun, dengan Kalbar harus mengurus wilayah seluas 171 ribu kilometer persegi—empat kali lipat luas Jabar—namun hanya bermodalkan APBD "receh" sebesar Rp 6 triliun.
“Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali orang Salauk. Saya tidak tahu itu orang Sepauk asli atau bukan. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat,” kata dia.
“Dalam video itu, ada yang pinjam Dedi Mulyadi selama tiga bulan. Suruh dia jadi Gubernur Kalbar, bertukar kita. Saya mau lihat, kalau bisa bangun Kalbar pakai APBD enam triliun, kucium lututnya,” cetusnya.
Meski narasinya menantang, Krisantus menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia mengklaim alat berat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) juga sudah dikerahkan ke titik-titik kerusakan yang viral di Bedayan.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan keras agar masyarakat memahami realitas beban pembangunan yang harus dipikul pemerintah dengan anggaran terbatas.
“Infrastruktur jalan dan jembatan di Sintang memang berat dengan kemampuan fiskal yang ada. Tapi pemerintah tidak akan tinggal diam,” tuturnya. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini