Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Thursday, 10 October 2024 |
KalbarOnline.com - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat (Kalbar) Rita Hastarita menjawab tudingan soal isu yang menyebutkan dirinya memfasilitasi kegiatan yang berbau kampanye di sekolah-sekolah. Ia memastikan isu tersebut sama sekali tidak benar.
Rita menjelaskan, sebenarnya ada dua jenis kegiatan yang berbeda di tempat yang juga berbeda, dan juga dilaksanakan di waktu yang berbeda. "Namun dari narasi yang beredar, seolah dua kegiatan tersebut adalah kegiatan yang sama, padahal beda," ujar Rita.
Kegiatan yang pertama yakni Palang Merah Indonesia (PMI) Goes To School, bersama Ketua PMI Kalbar Lismaryani. Yang digelar dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 PMI. "Kegiatan itu merupakan rangkaian HUT ke-79 PMI, acara sesuai dengan agenda yaitu sosialisasi PMR (Palang Merah Remaja), sarapan bersama, sosialisasi kesehatan remaja dan kegiatan kebudayaan, tidak ada agenda kampanye,” ungkap Rita.
Latar belakang pelaksanaannya dikatakan Rita, sebelumnya memang ada surat permohonan dari PMI Kalbar kepada Disdikbud Kalbar bahwa akan dilaksanakan kegiatan sosialisasi PMR di sekolah-sekolah. Kemudian dirinya selaku kepala dinas memberikan persetujuan untuk melakukan kegiatan sosialisasi PMR tersebut melalui surat. "Dimana dalam surat tersebut telah juga disampaikan beberapa persyaratan yang antara lain tidak melakukan kegiatan kampanye, mengingat sekarang sedang dalam masa kampanye Pilkada," terangnya.
Sementara video yang sempat viral, menurut Rita adalah acara PMI Goes To School yang digelar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada 27 September 2024. Dalam kegiatan itu, dirinya pribadi sama sekali tak ada mengajak pelajar untuk memilih calon tertentu pada Pilkada Kalbar, baik secara lisan, atau pun kode jari.
Selain itu, Rita juga meluruskan soal foto acara yang sama, namun di lokasi berbeda, yang turut menuai polemik. Yakni acara PMI Goes To School di SMAN 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah yang digelar pada 25 September 2024. Saat foto bersama Ketua PMI Kalbar bersama para pelajar mengacungkan kode satu jari. Yang memang kode jari tersebut merupakan lambang dari SMAN 1 Mempawah Hilir.
"Jadi itu memang kode jari lambang SMAN 1 Mempawah Hilir, di setiap kesempatan selalu mereka gunakan. Di foto tersebut saya juga tidak menunjukkan kode jari. Dan pada kegiatan tersebut dari awal hingga selesai dihadiri Binmas Polres Mempawah," katanya.
Kemudian selain acara PMI Goes To School, Disdikbud Kalbar sendiri juga ada menggelar kegiatan sosialisasi pemilih pemula bagi pelajar kelas XII. Kegiatan tersebut hanya dilaksanakan oleh Disdikbud Kalbar, tanpa melibatkan pihak lain termasuk PMI Kalbar. Jadi acara PMI Goes To School tidak ada kaitannya sama sekali dengan acara sosialisasi pemilih pemula. "Acara PMI Goes To School itu digelar bulan September lalu, tidak ada kaitan dengan sosialisasi pemilih pemula yang baru kami gelar di bulan Oktober ini,” tegasnya.
Lebih lanjut Rita menjelaskan, sosialisasi pemilih pemula yang digelar di beberapa sekolah di Kota Singkawang yang lalu, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya partisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) bagi para pemilih pemula. Serta meningkatkan kesadaran akan hak, dan kewajiban sebagai warga negara.
Kegiatan sosialisasi pemilih pemula memang merupakan salah satu tugas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov), berupa edukasi literasi kepada masyarakat termasuk pemilih pemula, dan melaksanakan pendidikan politik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Kegiatan serupa juga sudah pernah dilaksanakan Pemprov menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres), dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 14 Februari 2024 lalu.
"Jadi di kegiatan sosialisasi pemilih pemula, kami murni melaksanakan sosialisasi agar mereka (pemilih pemula) berpartisipasi menggunakan hak suaranya pada Pilkada mendatang. Jadi tidak ada mengarahkan, atau menyebut untuk memilih pasangan calon tertentu,” tutupnya.
KalbarOnline.com - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat (Kalbar) Rita Hastarita menjawab tudingan soal isu yang menyebutkan dirinya memfasilitasi kegiatan yang berbau kampanye di sekolah-sekolah. Ia memastikan isu tersebut sama sekali tidak benar.
Rita menjelaskan, sebenarnya ada dua jenis kegiatan yang berbeda di tempat yang juga berbeda, dan juga dilaksanakan di waktu yang berbeda. "Namun dari narasi yang beredar, seolah dua kegiatan tersebut adalah kegiatan yang sama, padahal beda," ujar Rita.
Kegiatan yang pertama yakni Palang Merah Indonesia (PMI) Goes To School, bersama Ketua PMI Kalbar Lismaryani. Yang digelar dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 PMI. "Kegiatan itu merupakan rangkaian HUT ke-79 PMI, acara sesuai dengan agenda yaitu sosialisasi PMR (Palang Merah Remaja), sarapan bersama, sosialisasi kesehatan remaja dan kegiatan kebudayaan, tidak ada agenda kampanye,” ungkap Rita.
Latar belakang pelaksanaannya dikatakan Rita, sebelumnya memang ada surat permohonan dari PMI Kalbar kepada Disdikbud Kalbar bahwa akan dilaksanakan kegiatan sosialisasi PMR di sekolah-sekolah. Kemudian dirinya selaku kepala dinas memberikan persetujuan untuk melakukan kegiatan sosialisasi PMR tersebut melalui surat. "Dimana dalam surat tersebut telah juga disampaikan beberapa persyaratan yang antara lain tidak melakukan kegiatan kampanye, mengingat sekarang sedang dalam masa kampanye Pilkada," terangnya.
Sementara video yang sempat viral, menurut Rita adalah acara PMI Goes To School yang digelar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada 27 September 2024. Dalam kegiatan itu, dirinya pribadi sama sekali tak ada mengajak pelajar untuk memilih calon tertentu pada Pilkada Kalbar, baik secara lisan, atau pun kode jari.
Selain itu, Rita juga meluruskan soal foto acara yang sama, namun di lokasi berbeda, yang turut menuai polemik. Yakni acara PMI Goes To School di SMAN 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah yang digelar pada 25 September 2024. Saat foto bersama Ketua PMI Kalbar bersama para pelajar mengacungkan kode satu jari. Yang memang kode jari tersebut merupakan lambang dari SMAN 1 Mempawah Hilir.
"Jadi itu memang kode jari lambang SMAN 1 Mempawah Hilir, di setiap kesempatan selalu mereka gunakan. Di foto tersebut saya juga tidak menunjukkan kode jari. Dan pada kegiatan tersebut dari awal hingga selesai dihadiri Binmas Polres Mempawah," katanya.
Kemudian selain acara PMI Goes To School, Disdikbud Kalbar sendiri juga ada menggelar kegiatan sosialisasi pemilih pemula bagi pelajar kelas XII. Kegiatan tersebut hanya dilaksanakan oleh Disdikbud Kalbar, tanpa melibatkan pihak lain termasuk PMI Kalbar. Jadi acara PMI Goes To School tidak ada kaitannya sama sekali dengan acara sosialisasi pemilih pemula. "Acara PMI Goes To School itu digelar bulan September lalu, tidak ada kaitan dengan sosialisasi pemilih pemula yang baru kami gelar di bulan Oktober ini,” tegasnya.
Lebih lanjut Rita menjelaskan, sosialisasi pemilih pemula yang digelar di beberapa sekolah di Kota Singkawang yang lalu, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya partisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) bagi para pemilih pemula. Serta meningkatkan kesadaran akan hak, dan kewajiban sebagai warga negara.
Kegiatan sosialisasi pemilih pemula memang merupakan salah satu tugas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov), berupa edukasi literasi kepada masyarakat termasuk pemilih pemula, dan melaksanakan pendidikan politik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Kegiatan serupa juga sudah pernah dilaksanakan Pemprov menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres), dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 14 Februari 2024 lalu.
"Jadi di kegiatan sosialisasi pemilih pemula, kami murni melaksanakan sosialisasi agar mereka (pemilih pemula) berpartisipasi menggunakan hak suaranya pada Pilkada mendatang. Jadi tidak ada mengarahkan, atau menyebut untuk memilih pasangan calon tertentu,” tutupnya.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini