Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Monday, 09 September 2024 |
KalbarOnline, Ketapang - Pelantikan 45 Anggota DPRD Kabupaten Ketapang diwarnai aksi demonstrasi oleh sejumlah mahasiswa, Senin (09/09/2024).
Mahasiswa yang terdiri dari HMI dan BEM Politeknik Negeri Ketapang itu meminta kepada Anggota DPRD Ketapang terpilih untuk mengutamakan kepentingan rakyat serta benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya selama menjabat lima tahun ke depan.
Berdasarkan pantauan KalbarOnline di lapangan, mahasiswa yang hendak berorasi di depan Gedung DPRD Ketapang dihadang oleh aparat keamanan, sehingga hanya bisa menyampaikan orasi di bundaran Taman Kedondong.
"Kami sangat kecewa tidak bisa berorasi di depan kantor DPRD yang sejatinya adalah rumah rakyat itu," ujar Ketua HMI Cabang Ketapang, Dedi Yusuf.
Dalam orasinya, massa demonstran menyampaikan 11 poin tuntutan kepada para Anggota DPRD Ketapang yang baru saja diambil sumpahnya.
Adapun sejumlah tuntutan mahasiswa diantaranya, pertama, menuntut DPRD Ketapang memprioritaskan penganggaran infrastruktur di bidang pendidikan, kesehatan dan pembangunan pada setiap tahun anggaran.
Kedua, DPRD Ketapang harus menjadikan perbaikan jalan Pelang – Batu Tajam sebagai prioritas utama untuk diselesaikan dalam jangka waktu tiga tahun anggaran.
Ketiga, mendorong DPRD Ketapang mendesak DPRD provinsi untuk memperbaiki pembangunan jalan yang berstatus jalan Provinsi di Ketapang.
Keempat, mendesak pemerintah daerah menyediakan gedung pemuda yang baru sebagai pusat pendidikan dan pelatihan pemuda dan pelajar.
Kelima, meminta DPRD Ketapang meng-upload dokumentasi berupa full video di setiap rapat dan persidangan yang dilakukan. Enam, mengingatkan anggota DPRD Ketapang yang hari ini dilantik untuk merealisasikan janji-janji politik pada saat kampanye.
Tujuh, mendesak pemerintah daerah agar segera membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Delapan, mendesak pemerintah daerah Kabupaten Ketapang untuk menuntaskan pembangunan yang sampai hari ini belum difungsikan. Satu diantaranya pembangunan RS Pratama Sandai.
Sembilan, mendesak DPRD untuk mendorong perusahaan yang beroperasi di Ketapang agar memprioritaskan tenaga kerja lokal di setiap proses perekrutan. Sepuluh, meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan penerangan, khususnya di perkotaan.
Sebelas, menuntut DPRD Kabupaten Ketapang untuk lebih tegas dan memberi bukti nyata dalam mengatasi permasalahan tanah Hak Pakai (HP) masyarakat agar dapat disertifikatkan dengan mudah, seperti halnya perusahaan.
“Jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada tindakan nyata, kami akan melanjutkan aksi kembali ke gedung DPRD Ketapang dengan massa langkah-langkah yang lebih tegas,” ujarnya.
Aksi mahasiswa itu ditemui oleh Ketua DPRD Ketapang Sementara, Achmad Sholeh dan anggota DPRD Antoni Salim. Usai berdialog, massa aksi kemudian membubarkan diri. (Adi LC)
KalbarOnline, Ketapang - Pelantikan 45 Anggota DPRD Kabupaten Ketapang diwarnai aksi demonstrasi oleh sejumlah mahasiswa, Senin (09/09/2024).
Mahasiswa yang terdiri dari HMI dan BEM Politeknik Negeri Ketapang itu meminta kepada Anggota DPRD Ketapang terpilih untuk mengutamakan kepentingan rakyat serta benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya selama menjabat lima tahun ke depan.
Berdasarkan pantauan KalbarOnline di lapangan, mahasiswa yang hendak berorasi di depan Gedung DPRD Ketapang dihadang oleh aparat keamanan, sehingga hanya bisa menyampaikan orasi di bundaran Taman Kedondong.
"Kami sangat kecewa tidak bisa berorasi di depan kantor DPRD yang sejatinya adalah rumah rakyat itu," ujar Ketua HMI Cabang Ketapang, Dedi Yusuf.
Dalam orasinya, massa demonstran menyampaikan 11 poin tuntutan kepada para Anggota DPRD Ketapang yang baru saja diambil sumpahnya.
Adapun sejumlah tuntutan mahasiswa diantaranya, pertama, menuntut DPRD Ketapang memprioritaskan penganggaran infrastruktur di bidang pendidikan, kesehatan dan pembangunan pada setiap tahun anggaran.
Kedua, DPRD Ketapang harus menjadikan perbaikan jalan Pelang – Batu Tajam sebagai prioritas utama untuk diselesaikan dalam jangka waktu tiga tahun anggaran.
Ketiga, mendorong DPRD Ketapang mendesak DPRD provinsi untuk memperbaiki pembangunan jalan yang berstatus jalan Provinsi di Ketapang.
Keempat, mendesak pemerintah daerah menyediakan gedung pemuda yang baru sebagai pusat pendidikan dan pelatihan pemuda dan pelajar.
Kelima, meminta DPRD Ketapang meng-upload dokumentasi berupa full video di setiap rapat dan persidangan yang dilakukan. Enam, mengingatkan anggota DPRD Ketapang yang hari ini dilantik untuk merealisasikan janji-janji politik pada saat kampanye.
Tujuh, mendesak pemerintah daerah agar segera membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Delapan, mendesak pemerintah daerah Kabupaten Ketapang untuk menuntaskan pembangunan yang sampai hari ini belum difungsikan. Satu diantaranya pembangunan RS Pratama Sandai.
Sembilan, mendesak DPRD untuk mendorong perusahaan yang beroperasi di Ketapang agar memprioritaskan tenaga kerja lokal di setiap proses perekrutan. Sepuluh, meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan penerangan, khususnya di perkotaan.
Sebelas, menuntut DPRD Kabupaten Ketapang untuk lebih tegas dan memberi bukti nyata dalam mengatasi permasalahan tanah Hak Pakai (HP) masyarakat agar dapat disertifikatkan dengan mudah, seperti halnya perusahaan.
“Jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada tindakan nyata, kami akan melanjutkan aksi kembali ke gedung DPRD Ketapang dengan massa langkah-langkah yang lebih tegas,” ujarnya.
Aksi mahasiswa itu ditemui oleh Ketua DPRD Ketapang Sementara, Achmad Sholeh dan anggota DPRD Antoni Salim. Usai berdialog, massa aksi kemudian membubarkan diri. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini