Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Monday, 04 April 2022 |
KalbarOnline.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) terbitkan fatwa bahwa vaksinasi Covid-19 dan tes swab, baik lewat hidung maupun mulut untuk deteksi Covid-19 pada saat menjalankan ibadah puasa, hukumnya tidak membatalkan puasa.
Ketentuan tersebut tertuang dalam poin 5 Surat Keputusan (SK) nomor. Kep-38/DP-MUI/III/2022 yang diterbitkan pada Rabu, 30 Maret 2022, oleh MUI tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1443 Hijiriah.
Bahkan pada tahun 2021 dan 2020 lalu, MUI juga telah menerbitkan fatwa terkait hal yang sama.
Untuk fatwa pada tahun 2021 lalu dengan nomor 13/2021 menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 dengan injeksi intramuscular (suntikan pada otot) tidak membatalkan puasa, begitu juga dengan test swab sebagaimana disebutkan di dalam Fatwa nomor 23/2021.
Lewat fatwa tersebut, umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan vaksinasi, dan tes swab, demikian juga rapid test dengan pengambilan sampel darah dan penggunaan Genose dengan sampel hembusan nafas yang juga dalam rangka upaya deteksi Covid-19.
MUI mengimbau umat Islam agar menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan memenuhi kaidah keagamaan, senantiasa berdoa agar diberi keselamatan dan perlindungan di masa pandemi ini, menerapkan protokol kesehatan selama beribadah, serta mendukung dan berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19.
Penting untuk diingat ya sobat sehat, terapkan pendisiplinan protokol kesehatan, di manapun kamu berada.
Walaupun di tahun ini pemerintah telah memberikan kelonggaran dalam beribadah selama bulan Ramadhan dan kelonggaran dalam pelaksanaan mudik, pandemi Covid-19 masih berada sekitar kita selama statusnya belum dicabut.
Selalu memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, dan segera lengkapi dosis vaksinasi, agar imun tubuh kuat dan kita bisa melawan pandemi Covid-19 ini.
KalbarOnline.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) terbitkan fatwa bahwa vaksinasi Covid-19 dan tes swab, baik lewat hidung maupun mulut untuk deteksi Covid-19 pada saat menjalankan ibadah puasa, hukumnya tidak membatalkan puasa.
Ketentuan tersebut tertuang dalam poin 5 Surat Keputusan (SK) nomor. Kep-38/DP-MUI/III/2022 yang diterbitkan pada Rabu, 30 Maret 2022, oleh MUI tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1443 Hijiriah.
Bahkan pada tahun 2021 dan 2020 lalu, MUI juga telah menerbitkan fatwa terkait hal yang sama.
Untuk fatwa pada tahun 2021 lalu dengan nomor 13/2021 menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 dengan injeksi intramuscular (suntikan pada otot) tidak membatalkan puasa, begitu juga dengan test swab sebagaimana disebutkan di dalam Fatwa nomor 23/2021.
Lewat fatwa tersebut, umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan vaksinasi, dan tes swab, demikian juga rapid test dengan pengambilan sampel darah dan penggunaan Genose dengan sampel hembusan nafas yang juga dalam rangka upaya deteksi Covid-19.
MUI mengimbau umat Islam agar menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan memenuhi kaidah keagamaan, senantiasa berdoa agar diberi keselamatan dan perlindungan di masa pandemi ini, menerapkan protokol kesehatan selama beribadah, serta mendukung dan berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19.
Penting untuk diingat ya sobat sehat, terapkan pendisiplinan protokol kesehatan, di manapun kamu berada.
Walaupun di tahun ini pemerintah telah memberikan kelonggaran dalam beribadah selama bulan Ramadhan dan kelonggaran dalam pelaksanaan mudik, pandemi Covid-19 masih berada sekitar kita selama statusnya belum dicabut.
Selalu memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, dan segera lengkapi dosis vaksinasi, agar imun tubuh kuat dan kita bisa melawan pandemi Covid-19 ini.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini