Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 02 February 2021 |
KalbarOnline.com – Kaja Kallas baru sepekan menjadi perdana menteri (PM) Estonia. Meski begitu, politikus 43 tahun itu sudah berani menebar janji. Salah satunya adalah mengatasi krisis perubahan iklim. Dia juga akan menerapkan gaya pemerintahan yang berbeda dari pendahulunya.
”Pemerintahan saya akan sangat pro-Eropa, khususnya mendukung nilai-nilai yang dijunjung Eropa seperti aturan hukum,” terang PM perempuan pertama di Estonia itu. ”Kami juga akan membuat kebijakan yang jelas terkait masalah perubahan iklim,” tambahnya seperti dikutip The Guardian. Presiden Estonia Kersti Kaljulaid juga perempuan. Ini kali pertama dua petinggi di Estonia sama-sama kaum hawa.
Koalisi pemerintahan yang baru itu berjanji untuk menghentikan produksi minyak serpih (oil shale) di negara tersebut pada 2035. Targetnya, mereka bisa mencapai netralitas karbon pada 2050. Oil shale itu tergolong bahan fosil. Ia dibakar seperti batu bara.
Kallas juga menyatakan bahwa dirinya ingin melihat perkembangan undang-undang kebersamaan pasang-an sesama jenis yang sudah disahkan enam tahun lalu. Namun, dia menegaskan tidak akan me-maksa penerapan pernikahan sesama jenis agar tidak ada perpecahan di masyarakat. Status nikah hanya untuk pasangan laki-laki dan perempuan. Sementara itu, mereka yang sesama jenis memiliki semua hak yang sama dengan pasangan normal, tapi statusnya bukan menikah.
Kebijakan-kebijakan yang diambil Kallas berbanding terbalik dengan pemerintahan sebelumnya. Koalisi pemerintahan pendahulunya pecah gara-gara skandal korupsi yang melibatkan partai yang digawangi PM Juri Ratas. Karena itulah, Ratas akhirnya mengundurkan diri.
Dia memicu kontroversi ketika terpilih dua tahun lalu karena berkoalisi dengan partai sayap kanan EKRE. Anggota EKRE rata-rata menentang semua bentuk imigrasi, menentang Uni Eropa, dan kadang memuja kebijakan ekonomi Nazi.
Presiden Kaljulaid bahkan tak nyaman ketika EKRE duduk di pemerintahan. Dia sampai menggelar rapat dewan keamanan negara karena takut politisi EKRE bakal membahayakan hubungan dengan sekutu-sekutu Estonia.
Saksikan video menarik berikut ini:
KalbarOnline.com – Kaja Kallas baru sepekan menjadi perdana menteri (PM) Estonia. Meski begitu, politikus 43 tahun itu sudah berani menebar janji. Salah satunya adalah mengatasi krisis perubahan iklim. Dia juga akan menerapkan gaya pemerintahan yang berbeda dari pendahulunya.
”Pemerintahan saya akan sangat pro-Eropa, khususnya mendukung nilai-nilai yang dijunjung Eropa seperti aturan hukum,” terang PM perempuan pertama di Estonia itu. ”Kami juga akan membuat kebijakan yang jelas terkait masalah perubahan iklim,” tambahnya seperti dikutip The Guardian. Presiden Estonia Kersti Kaljulaid juga perempuan. Ini kali pertama dua petinggi di Estonia sama-sama kaum hawa.
Koalisi pemerintahan yang baru itu berjanji untuk menghentikan produksi minyak serpih (oil shale) di negara tersebut pada 2035. Targetnya, mereka bisa mencapai netralitas karbon pada 2050. Oil shale itu tergolong bahan fosil. Ia dibakar seperti batu bara.
Kallas juga menyatakan bahwa dirinya ingin melihat perkembangan undang-undang kebersamaan pasang-an sesama jenis yang sudah disahkan enam tahun lalu. Namun, dia menegaskan tidak akan me-maksa penerapan pernikahan sesama jenis agar tidak ada perpecahan di masyarakat. Status nikah hanya untuk pasangan laki-laki dan perempuan. Sementara itu, mereka yang sesama jenis memiliki semua hak yang sama dengan pasangan normal, tapi statusnya bukan menikah.
Kebijakan-kebijakan yang diambil Kallas berbanding terbalik dengan pemerintahan sebelumnya. Koalisi pemerintahan pendahulunya pecah gara-gara skandal korupsi yang melibatkan partai yang digawangi PM Juri Ratas. Karena itulah, Ratas akhirnya mengundurkan diri.
Dia memicu kontroversi ketika terpilih dua tahun lalu karena berkoalisi dengan partai sayap kanan EKRE. Anggota EKRE rata-rata menentang semua bentuk imigrasi, menentang Uni Eropa, dan kadang memuja kebijakan ekonomi Nazi.
Presiden Kaljulaid bahkan tak nyaman ketika EKRE duduk di pemerintahan. Dia sampai menggelar rapat dewan keamanan negara karena takut politisi EKRE bakal membahayakan hubungan dengan sekutu-sekutu Estonia.
Saksikan video menarik berikut ini:
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini