Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 01 January 2021 |
KalbarOnline.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) lebih suka disebut sebagai sosok humanis daripada pluralis
’’Beliau lebih suka disebut humanis karena toleransi itu ada bila sisi kemanusiaan seseorang itu lebih dominan,’’ ujarnya saat menghadiri Haul Ke-11 Gus Dur oleh PW GP Ansor Jatim di Gedung PWNU Jatim secara daring, Rabu (30/12) malam, seperti dilansir dari Antara.
Dalam siaran pers, dia menjelaskan ada wasiat Gus Dur minta agar batu nisannya ditulis “The Humanist Died Here” (Di sini berbaring seorang Humanis). ’’Wasiat itu baru saya sampaikan saat Haul Ke-5 di dekat makam beliau di Tebuireng,’’ ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.
Dalam kesempatan sama, Gubernur Khofifah mengaku lama tidak mau memberikan testimoni tentang Gus Dur. Kendati sering mendampingi Gus Dur saat jalan-jalan pagi setelah Subuh di Istana Negara, namun ia akhirnya menyampaikan wasiat soal tulisan Humanist untuk nisan itu saat Haul Ke-5 di dekat makam Gus Dur.
’’Bertahun-tahun, saya tidak mau menyampaikan testimoni tentang beliau, karena saya merasa hanya tukang kupas jagung rebus atau buah-buahan untuk beliau, termasuk mendampingi saat jalan-jalan setelah Subuh, tapi di dekat makam beliau akhirnya saya sampaikan wasiat yang disampaikan kepada saya sejak dua tahun sebelum wafat hingga tujuh hari menjelang wafat beliau,’’ ungkapnya.
Menurut mantan Meneg Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Gus Dur dan Mensos di era Presiden Jokowi itu, humanisme itu juga disampaikan Gus Dur ke seluruh dunia. ’’Di AS, Gus Dur pernah bilang bahwa ‘Di negeri saya, saya lindungi minoritas, maka tolong negara anda juga melindungi minoritas’,’’ tutur-nya, mengutip pernyataan Gus Dur.
Mantan anggota DPR dari PPP dan PKB itu menyatakan, buku tentang Gus Dur yang memimpin negeri ini dalam 22 bulan lebih banyak daripada tentang Presiden Soeharto yang memimpin selama 30 tahun. ’’Tapi, buku yang ada mayoritas masih menunjukkan sosok Gus Dur sebagai pluralis, padahal Gus Dur lebih suka disebut sebagai humanis atau Bapak Kemanusiaan,’’ tutur lulusan FISIP Universitas Airlangga, Surabaya itu.
Sementara itu, dalam sambutan pengantar, Ketua PW GP Ansor Jatim HM Syafiq Syauqi menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur Khofifah karena salah seorang kader terbaik Gus Dur yang setia mendampingi hingga akhir hayatnya, dan terus mencontohkan nilai-nilai kemanusiaan yang dimasyarakatkan Gus Dur. ’’Benar, pemikiran Gus Dur tentang kemanusiaan, humanisme, pluralisme, dan toleransi itulah menjadi jaminan kondusivitas kehidupan berbangsa dan bernegara,’’ katanya dalam haul yang diawali dengan pembacaan tahlil untuk Gus Dur dan para ulama tersebut. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
KalbarOnline.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) lebih suka disebut sebagai sosok humanis daripada pluralis
’’Beliau lebih suka disebut humanis karena toleransi itu ada bila sisi kemanusiaan seseorang itu lebih dominan,’’ ujarnya saat menghadiri Haul Ke-11 Gus Dur oleh PW GP Ansor Jatim di Gedung PWNU Jatim secara daring, Rabu (30/12) malam, seperti dilansir dari Antara.
Dalam siaran pers, dia menjelaskan ada wasiat Gus Dur minta agar batu nisannya ditulis “The Humanist Died Here” (Di sini berbaring seorang Humanis). ’’Wasiat itu baru saya sampaikan saat Haul Ke-5 di dekat makam beliau di Tebuireng,’’ ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.
Dalam kesempatan sama, Gubernur Khofifah mengaku lama tidak mau memberikan testimoni tentang Gus Dur. Kendati sering mendampingi Gus Dur saat jalan-jalan pagi setelah Subuh di Istana Negara, namun ia akhirnya menyampaikan wasiat soal tulisan Humanist untuk nisan itu saat Haul Ke-5 di dekat makam Gus Dur.
’’Bertahun-tahun, saya tidak mau menyampaikan testimoni tentang beliau, karena saya merasa hanya tukang kupas jagung rebus atau buah-buahan untuk beliau, termasuk mendampingi saat jalan-jalan setelah Subuh, tapi di dekat makam beliau akhirnya saya sampaikan wasiat yang disampaikan kepada saya sejak dua tahun sebelum wafat hingga tujuh hari menjelang wafat beliau,’’ ungkapnya.
Menurut mantan Meneg Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Gus Dur dan Mensos di era Presiden Jokowi itu, humanisme itu juga disampaikan Gus Dur ke seluruh dunia. ’’Di AS, Gus Dur pernah bilang bahwa ‘Di negeri saya, saya lindungi minoritas, maka tolong negara anda juga melindungi minoritas’,’’ tutur-nya, mengutip pernyataan Gus Dur.
Mantan anggota DPR dari PPP dan PKB itu menyatakan, buku tentang Gus Dur yang memimpin negeri ini dalam 22 bulan lebih banyak daripada tentang Presiden Soeharto yang memimpin selama 30 tahun. ’’Tapi, buku yang ada mayoritas masih menunjukkan sosok Gus Dur sebagai pluralis, padahal Gus Dur lebih suka disebut sebagai humanis atau Bapak Kemanusiaan,’’ tutur lulusan FISIP Universitas Airlangga, Surabaya itu.
Sementara itu, dalam sambutan pengantar, Ketua PW GP Ansor Jatim HM Syafiq Syauqi menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur Khofifah karena salah seorang kader terbaik Gus Dur yang setia mendampingi hingga akhir hayatnya, dan terus mencontohkan nilai-nilai kemanusiaan yang dimasyarakatkan Gus Dur. ’’Benar, pemikiran Gus Dur tentang kemanusiaan, humanisme, pluralisme, dan toleransi itulah menjadi jaminan kondusivitas kehidupan berbangsa dan bernegara,’’ katanya dalam haul yang diawali dengan pembacaan tahlil untuk Gus Dur dan para ulama tersebut. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini