Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 12 December 2020 |
KalbarOnline.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, ada usulan dari sejumlah pihak agar orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang yang pertama divaksinasi Covid-19. Merespons aspirasi tersebut, Luhut menegaskan, Presiden Jokowi bersedia disuntik bersama-sama dengan masyarakat. Sehingga, tidak ada anggapan buruk mengenai isu vaksin Covid-19 yang pemerintah berikan kepada rakyat Indonesia.
“Ada yang bilang ini nanti bisa sakit, Presidennya dulu disuntik. Presiden kemarin bilang, ‘Saya nanti disuntik ramai-ramai saja dengan rakyat’. Jadi, kelihatan. Jadi jangan berburuk sangka, jauhkan itu buruk sangka,” ucapnya dalam diskusi virtual, Sabtu (12/12).
Bahkan, Luhut melanjutkan, bisa saja hari ini juga Presiden disuntik vaksin Covid-19. Namun dirinya menilai hal itu dapat menimbulkan opini negatif yang akan menimbulkan anggapan Presiden melanggar aturan.
“Kalau Presiden mau disuntik duluan hari ini juga bisa. Tapi Presiden kan nggak mau nanti dibilang mau Presiden sendiri duluan atau melanggar aturan. Semua ingin secara tertib dibuat dalam aturan (menunggu izin BPOM dan MUI),” ucapnya.
Luhut menambahkan saat ini yang paling penting adalah menjaga kekompakan seluruh pihak. Dia pun meminta tak ada pihak yang merasa paling hebat. “Ayo kita kompak,” imbuhnya.
KalbarOnline.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, ada usulan dari sejumlah pihak agar orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang yang pertama divaksinasi Covid-19. Merespons aspirasi tersebut, Luhut menegaskan, Presiden Jokowi bersedia disuntik bersama-sama dengan masyarakat. Sehingga, tidak ada anggapan buruk mengenai isu vaksin Covid-19 yang pemerintah berikan kepada rakyat Indonesia.
“Ada yang bilang ini nanti bisa sakit, Presidennya dulu disuntik. Presiden kemarin bilang, ‘Saya nanti disuntik ramai-ramai saja dengan rakyat’. Jadi, kelihatan. Jadi jangan berburuk sangka, jauhkan itu buruk sangka,” ucapnya dalam diskusi virtual, Sabtu (12/12).
Bahkan, Luhut melanjutkan, bisa saja hari ini juga Presiden disuntik vaksin Covid-19. Namun dirinya menilai hal itu dapat menimbulkan opini negatif yang akan menimbulkan anggapan Presiden melanggar aturan.
“Kalau Presiden mau disuntik duluan hari ini juga bisa. Tapi Presiden kan nggak mau nanti dibilang mau Presiden sendiri duluan atau melanggar aturan. Semua ingin secara tertib dibuat dalam aturan (menunggu izin BPOM dan MUI),” ucapnya.
Luhut menambahkan saat ini yang paling penting adalah menjaga kekompakan seluruh pihak. Dia pun meminta tak ada pihak yang merasa paling hebat. “Ayo kita kompak,” imbuhnya.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini