Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 11 November 2020 |
KalbarOnline.com – Amerika Serikat terus melakukan sejumlah langkah untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Sambil menunggu vaksin yang tepat, aman, dan efektif, AS juga menguji obat untuk antibodi bagi pasien Covid-19. Salah satunya adalah obat antibodi dari Eli Lilly and Co.
AS mulai mendistribusikan obat antibodi Covid-19 Eli Lilly and Co ke Departemen Kesehatan negara bagian pada pekan ini. Hal tersebut menurut laporan dari Menteri Departemen Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan (HHS) AS, Alex Azar.
“Pengobatan awal mungkin membantu masyarakat menghindari penyakit lebih lanjut sekaligus menghindari rawat di rumah sakit,” kata Direktur Pusat Evaluasi dan Riset Obat di bawah Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS, Janet Woodcock, saat konferensi pers bersama Azar.
FDA pada Senin (9/11) merestui penggunaan darurat antibodi Lilly bagi mereka yang berusia di atas 65 tahun yang saat ini didiagnosis Covid-19 ringan hingga sedang. Selain itu juga untuk pasien berusia 12 tahun ke atas yang memiliki riwayat penyakit sehingga berpotensi menjadi penyakit serius.
FDA juga mengatakan obat tersebut tidak diperuntukkan bagi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.
Sementara itu, HHS akan mendistribusikan obat Bamlanivimab melalui sistem yang dikembangkan selama musim panas untuk mengalokasikan pasokan remdesivir, obat antivirus buatan Gilead Sciences, yang mengantongi izin penggunaan pada pasien Covid-19 rumah sakit.
Alokasi Bamlanivimab ke negara bagian dan wilayah akan berdasarkan pada jumlah pasien Covid-19 rawat inap dan jumlah keseluruhan kasus.
Woodcock sendiri menjelaskan bahwa sejumlah negara bagian mungkin memiliki lebih banyak orang dengan faktor risiko riwayat penyakit seperti obesitas dan diabetes. “Mereka adalah orang-orang yang sedang kami targetkan,” kata Woodcock seperti dilansir Reuters.
Satu kali infus Bamlanivimab mampu mengurangi risiko rawat inap dan ruang gawat darurat. AS membeli 300.000 dosis obat tahun ini dan mempunyai opsi untuk membeli 650.000 dosis tambahan tahun depan.
Distributor Obat AmerisourceBergen Corp mulanya akan mengirim obat bioteknologi tersebut ke rumah sakit, namun tujuannya untuk memperluas distribusi bagi pasien rawat jalan.
KalbarOnline.com – Amerika Serikat terus melakukan sejumlah langkah untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Sambil menunggu vaksin yang tepat, aman, dan efektif, AS juga menguji obat untuk antibodi bagi pasien Covid-19. Salah satunya adalah obat antibodi dari Eli Lilly and Co.
AS mulai mendistribusikan obat antibodi Covid-19 Eli Lilly and Co ke Departemen Kesehatan negara bagian pada pekan ini. Hal tersebut menurut laporan dari Menteri Departemen Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan (HHS) AS, Alex Azar.
“Pengobatan awal mungkin membantu masyarakat menghindari penyakit lebih lanjut sekaligus menghindari rawat di rumah sakit,” kata Direktur Pusat Evaluasi dan Riset Obat di bawah Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS, Janet Woodcock, saat konferensi pers bersama Azar.
FDA pada Senin (9/11) merestui penggunaan darurat antibodi Lilly bagi mereka yang berusia di atas 65 tahun yang saat ini didiagnosis Covid-19 ringan hingga sedang. Selain itu juga untuk pasien berusia 12 tahun ke atas yang memiliki riwayat penyakit sehingga berpotensi menjadi penyakit serius.
FDA juga mengatakan obat tersebut tidak diperuntukkan bagi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.
Sementara itu, HHS akan mendistribusikan obat Bamlanivimab melalui sistem yang dikembangkan selama musim panas untuk mengalokasikan pasokan remdesivir, obat antivirus buatan Gilead Sciences, yang mengantongi izin penggunaan pada pasien Covid-19 rumah sakit.
Alokasi Bamlanivimab ke negara bagian dan wilayah akan berdasarkan pada jumlah pasien Covid-19 rawat inap dan jumlah keseluruhan kasus.
Woodcock sendiri menjelaskan bahwa sejumlah negara bagian mungkin memiliki lebih banyak orang dengan faktor risiko riwayat penyakit seperti obesitas dan diabetes. “Mereka adalah orang-orang yang sedang kami targetkan,” kata Woodcock seperti dilansir Reuters.
Satu kali infus Bamlanivimab mampu mengurangi risiko rawat inap dan ruang gawat darurat. AS membeli 300.000 dosis obat tahun ini dan mempunyai opsi untuk membeli 650.000 dosis tambahan tahun depan.
Distributor Obat AmerisourceBergen Corp mulanya akan mengirim obat bioteknologi tersebut ke rumah sakit, namun tujuannya untuk memperluas distribusi bagi pasien rawat jalan.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini