Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 11 November 2020 |
KalbarOnline.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), di tahun depan masih akan berfokus pada pemerataan akses internet cepat di tanah air. Adapun yang akan dilakukan Kemenkominfo adalah dengan menggarap jaringan internet 4G pada 2021 di 12 ribu (12.548) Kelurahan atau Desa 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), maupun non 3T yang belum sepenuhnya tercakup 4G pada 2021.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo Ahmad M. Ramli. Dirinya menyatakan pembangunan ini sesuai dengan arahan presiden Joko Widodo, untuk meratakan implementasi jaringan 4G di seluruh daerah.
“Seperti arahan bapak presiden adalah kita akan bangun 9.113 desa kelurahan di 3T dan 3.435 desa non 3T. Ini total ada 12.548 Desa atau Kelurahan yang belum tercakup 100 persen 4G,” kata Ramli dalam diskusi virtual, Senin (9/11).
Ramli melanjutkan pembangunan jaringan 4G di daerah 3T merupakan pekerjaan rumah yang cukup berat bagi Kemenkominfo untuk direalisasikan. Pasalnya, dia menyebut kalau pembangunan jaringan itu daerah 3T itu dianggap belum layak (feasible) dari perspektif bisnis.
Baca juga: Maknai Hari Pahlawan, Menkominfo: Lawan Covid-19 dan Tumbuhkan Ekonomi
Dari 12.548 Kelurahan atau Desa, 9.113 desa ada di daerah 3T, sementara 3.345 adalah daerah non 3T. Total Indonesia memiliki 83.218 Kelurahan atau Desa, 62.877 di antaranya berada di daerah 3T.
Sebelumnya, Menkominfo Johnny G. Plate menyampaikan, pemerintah bukan pihak yang harus membangun infrastruktur guna menyediakan internet di seluruh wilayah tersebut. Dia mengatakan pemerintah hanya bertugas mengintervensi operator seluler agar membangun infrastruktur.
Menkominfo Johnny menyebut pemerintah membangun Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dan Palapa Ring. Akan tetapi, dia berkata intersepsi itu belum optimal karena masalah anggaran.
Namun, dia juga mengatakan pemerintah tidak bisa menunggu operator seluler untuk membangun infrastruktur di wilayah itu. Sebab, dia berkata hal itu akan menimbulkan disparitas atau kesenjangan internet.
Saksikan video menarik berikut ini:
KalbarOnline.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), di tahun depan masih akan berfokus pada pemerataan akses internet cepat di tanah air. Adapun yang akan dilakukan Kemenkominfo adalah dengan menggarap jaringan internet 4G pada 2021 di 12 ribu (12.548) Kelurahan atau Desa 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), maupun non 3T yang belum sepenuhnya tercakup 4G pada 2021.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo Ahmad M. Ramli. Dirinya menyatakan pembangunan ini sesuai dengan arahan presiden Joko Widodo, untuk meratakan implementasi jaringan 4G di seluruh daerah.
“Seperti arahan bapak presiden adalah kita akan bangun 9.113 desa kelurahan di 3T dan 3.435 desa non 3T. Ini total ada 12.548 Desa atau Kelurahan yang belum tercakup 100 persen 4G,” kata Ramli dalam diskusi virtual, Senin (9/11).
Ramli melanjutkan pembangunan jaringan 4G di daerah 3T merupakan pekerjaan rumah yang cukup berat bagi Kemenkominfo untuk direalisasikan. Pasalnya, dia menyebut kalau pembangunan jaringan itu daerah 3T itu dianggap belum layak (feasible) dari perspektif bisnis.
Baca juga: Maknai Hari Pahlawan, Menkominfo: Lawan Covid-19 dan Tumbuhkan Ekonomi
Dari 12.548 Kelurahan atau Desa, 9.113 desa ada di daerah 3T, sementara 3.345 adalah daerah non 3T. Total Indonesia memiliki 83.218 Kelurahan atau Desa, 62.877 di antaranya berada di daerah 3T.
Sebelumnya, Menkominfo Johnny G. Plate menyampaikan, pemerintah bukan pihak yang harus membangun infrastruktur guna menyediakan internet di seluruh wilayah tersebut. Dia mengatakan pemerintah hanya bertugas mengintervensi operator seluler agar membangun infrastruktur.
Menkominfo Johnny menyebut pemerintah membangun Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dan Palapa Ring. Akan tetapi, dia berkata intersepsi itu belum optimal karena masalah anggaran.
Namun, dia juga mengatakan pemerintah tidak bisa menunggu operator seluler untuk membangun infrastruktur di wilayah itu. Sebab, dia berkata hal itu akan menimbulkan disparitas atau kesenjangan internet.
Saksikan video menarik berikut ini:
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini