Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Wednesday, 11 November 2020 |
KalbarOnline.com – Kementerian Agama RI Mencatat setidaknya ada 15 jemaah umrah yang terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19).
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim menjelaskan sampai saat ini Indonesia sudah memberangkatkan tiga gelombang atau kloter jemaah umrah ke Arab Saudi.
“Kalau total keseluruhan 13 orang yang terkonfirmasi positif. Selama dilakukan karantina PCR Swab di Arab Saudi,” ujar Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim melalui channel Youtube BNPB, Rabu (11/11/2020).
Arfi menjelaskan, proses keberangkatan umrah di masa pandemi Covid-19 telah dilakukan dalam tiga kloter.
Pertama pada tanggal 1 November sebanyak 224 jemaah. Kemudian pada tanggal 3 November sebanyak 89 jemaah dan terakhir tanggal 8 November sebanyak 46 jemaah.
Pada kloter pertama terdapat 8 jemaah yang dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes PCR Swab sebanyak dua kali.
“Kemudian untuk gelombang kedua tanggal 3 berangkat itu, ada 5 orang terkonfirmasi positif. Untuk gelombang yang ketiga Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada,” tutur Arfi.
Hal ini, kata Arfi juga menjadi titik kritis yang perlu dievaluasi, karena harapannya para jemaah yang pergi ke Tanah Suci bisa berangkat dan pulang dalam kondisi sehat.
“Kita sudah membuat mitigasi, beberapa titik-titik kritis dengan penyelenggaran umrah dengan mempertimbangkan segala risiko terburuk,” kata dia.
Arfi juga mengungkapkan, kondisi terkini secara umum terpantau protokol kesehatan berjalan dengan lancar dan tetap dipatuhi oleh para jemaah.
“Perlu diingat bahwa kesempatan yang diberikan untuk warga negara dari luar Arab Saudi sejak 1 November 2020 adalah dalam konteks uji coba. Tentu dari hasilnya akan ada beberapa evaluasi,” tegasnya.
Kementerian Agama menyebutkan akan mengevaluasi tahapan pelaksanaan umrah guna mengurangi potensi penularan. Kemenag juga menghormati seluruh kebijakan Saudi selama umrah demi keselamatan jemaah.
KalbarOnline.com – Kementerian Agama RI Mencatat setidaknya ada 15 jemaah umrah yang terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19).
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim menjelaskan sampai saat ini Indonesia sudah memberangkatkan tiga gelombang atau kloter jemaah umrah ke Arab Saudi.
“Kalau total keseluruhan 13 orang yang terkonfirmasi positif. Selama dilakukan karantina PCR Swab di Arab Saudi,” ujar Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim melalui channel Youtube BNPB, Rabu (11/11/2020).
Arfi menjelaskan, proses keberangkatan umrah di masa pandemi Covid-19 telah dilakukan dalam tiga kloter.
Pertama pada tanggal 1 November sebanyak 224 jemaah. Kemudian pada tanggal 3 November sebanyak 89 jemaah dan terakhir tanggal 8 November sebanyak 46 jemaah.
Pada kloter pertama terdapat 8 jemaah yang dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes PCR Swab sebanyak dua kali.
“Kemudian untuk gelombang kedua tanggal 3 berangkat itu, ada 5 orang terkonfirmasi positif. Untuk gelombang yang ketiga Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada,” tutur Arfi.
Hal ini, kata Arfi juga menjadi titik kritis yang perlu dievaluasi, karena harapannya para jemaah yang pergi ke Tanah Suci bisa berangkat dan pulang dalam kondisi sehat.
“Kita sudah membuat mitigasi, beberapa titik-titik kritis dengan penyelenggaran umrah dengan mempertimbangkan segala risiko terburuk,” kata dia.
Arfi juga mengungkapkan, kondisi terkini secara umum terpantau protokol kesehatan berjalan dengan lancar dan tetap dipatuhi oleh para jemaah.
“Perlu diingat bahwa kesempatan yang diberikan untuk warga negara dari luar Arab Saudi sejak 1 November 2020 adalah dalam konteks uji coba. Tentu dari hasilnya akan ada beberapa evaluasi,” tegasnya.
Kementerian Agama menyebutkan akan mengevaluasi tahapan pelaksanaan umrah guna mengurangi potensi penularan. Kemenag juga menghormati seluruh kebijakan Saudi selama umrah demi keselamatan jemaah.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini