Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 10 October 2020 |
KalbarOnline.com – Pemerintah saat ini tengah berupaya mengutamakan obat tradisional dan jamu menjadi leading sector dalam penyelenggaraan kesehatan nasional. Hal itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan impor termasuk bahan bakunya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa saat ini bahan baku pembuatan obat di Indonesia sangat didominasi bahan impor, sedangkan bahan lokal digunakan hanya sedikit.
“Sementara kita (Indonesia) begitu kaya flora dan fauna. Itu bisa menjadi sumber bahan baku obat yang selama ini belum begitu dimanfaatkan,” ungkap Muhadjir dalam keterangan terulis, Sabtu (10/10).
Lebih lanjut, menurut Menko Muhadjir, adanya pandemi Covid-19 menyingkap kenyataan bahwa penyelenggaraan kesehatan mulai dari alat-alat kesehatan sampai obat-obatan masih didominasi impor. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mengarusutamakan obat yang memanfaatkan kekayaan alam Indonesia.
“Jadi ini memang harus ada terobosan untuk kita bagaimana mengarusutamakan obat-obat tradisional dan jamu-jamuan agar betul-betul menjadi tuan rumah sendiri di Indonesia. Ini yang menjadi tugas kita,” tegasnya.
Selain itu, Muhadjir juga meminta agar pelaku UMKM jamu untuk terus mengembangkan inovasi produk sampai menghasilkan obat tradisional yang telah teruji klinis dan mendapatkan grade fitofarmaka.
“Kita akan dukung penuh pelaku usaha di bidang obat tradisional dan jamu ini,” tutur Muhadjir.
Saksikan video menarik berikut ini:
KalbarOnline.com – Pemerintah saat ini tengah berupaya mengutamakan obat tradisional dan jamu menjadi leading sector dalam penyelenggaraan kesehatan nasional. Hal itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan impor termasuk bahan bakunya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa saat ini bahan baku pembuatan obat di Indonesia sangat didominasi bahan impor, sedangkan bahan lokal digunakan hanya sedikit.
“Sementara kita (Indonesia) begitu kaya flora dan fauna. Itu bisa menjadi sumber bahan baku obat yang selama ini belum begitu dimanfaatkan,” ungkap Muhadjir dalam keterangan terulis, Sabtu (10/10).
Lebih lanjut, menurut Menko Muhadjir, adanya pandemi Covid-19 menyingkap kenyataan bahwa penyelenggaraan kesehatan mulai dari alat-alat kesehatan sampai obat-obatan masih didominasi impor. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mengarusutamakan obat yang memanfaatkan kekayaan alam Indonesia.
“Jadi ini memang harus ada terobosan untuk kita bagaimana mengarusutamakan obat-obat tradisional dan jamu-jamuan agar betul-betul menjadi tuan rumah sendiri di Indonesia. Ini yang menjadi tugas kita,” tegasnya.
Selain itu, Muhadjir juga meminta agar pelaku UMKM jamu untuk terus mengembangkan inovasi produk sampai menghasilkan obat tradisional yang telah teruji klinis dan mendapatkan grade fitofarmaka.
“Kita akan dukung penuh pelaku usaha di bidang obat tradisional dan jamu ini,” tutur Muhadjir.
Saksikan video menarik berikut ini:
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini