Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 10 October 2020 |
KalbarOnline.com – Komisi Debat Presiden Amerika Serikat (AS) pada Jumat (9/10) waktu setempat resmi membatalkan debat presiden seri kedua antara capres Joe Biden (Demokrat) dengan capres petahana Donald Trump (Republik). Pembatalan tersebut dilakukan karena Trump yang masih dalam perawatan akibat terinfeksi Covid-19 menolak melakukan debat secara virtual.
Pembatalan tersebut adalah puncak dari diskusi 48 jam terakhir antara Komisi Debat dengan tim kampanye kedua kandidat presiden itu. Patut ditunggu apakah debat ketika yang direncanakan berlangsung di Nashville pada 22 Oktober akan dilanjutkan atau tidak. ’’Tidak akan ada debat pada 15 Oktober, dan kami akan menyiapkan diri untuk debat selanjutnya pada 22 Oktober,’’ terang pernyataan dari Komisi Debat Presiden AS, seperti dikutip dari CNN.
Sebelum resmi dibatalkan, berdasarkan saran dari penasehat kesehatan, debat harus dilakukan secara virtual dengan dua kandidat berada di lokasi terpisah. Trump kemudian segera menolak ide tersebut, dan menyatakan kalau dia tidak akan hadir dalam seri-seri debat berikutnya jika tetap dilakukan secara virtual.
Pembatalan tersebut kemudian menuai respons keras dari tim kampanye Joe Biden. ’’Ini sangat memalukan ketika Donald Trump menghindar dari satu-satunya debat dimana para pemilih bisa bertanya langsung. Tapi, itu tidak mengejutkan,’’ seru salah satu juru bicara kampanye Joe Biden, Andrew Bates.
Sementara itu, menanggapi pembatalan itu, tim kampenye Trump mendorong tim kampenye Biden untuk menyetujui jadwal debat tatap muka yang dibuat tim kampenye Trump. Tim kampenye Trump menerangkan, mereka meminta debat kedua dimundurkan pada 15 Oktober, sedangkan debat ketiga pada 29 Oktober, yang notabene hanya beberapa hari sebelum pemilihan umum pada 3 November. ’’Tidak ada alasan untuk tidak ada tiga kali debat, seperti yang Joe Biden sudah setujui juga,’’ terang Tim Murtaugh, juru bicara tim kampanye Trump.
Namun, tim kampenye Biden menolak mentah-mentah ide tersebut. ’’Jadwal debat tidak dibuat oleh Donald Trump. Melainkan oleh komisi debat,’’ tegas Kate Bedingfield, salah satu juru bicara tim kampanye Biden. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
KalbarOnline.com – Komisi Debat Presiden Amerika Serikat (AS) pada Jumat (9/10) waktu setempat resmi membatalkan debat presiden seri kedua antara capres Joe Biden (Demokrat) dengan capres petahana Donald Trump (Republik). Pembatalan tersebut dilakukan karena Trump yang masih dalam perawatan akibat terinfeksi Covid-19 menolak melakukan debat secara virtual.
Pembatalan tersebut adalah puncak dari diskusi 48 jam terakhir antara Komisi Debat dengan tim kampanye kedua kandidat presiden itu. Patut ditunggu apakah debat ketika yang direncanakan berlangsung di Nashville pada 22 Oktober akan dilanjutkan atau tidak. ’’Tidak akan ada debat pada 15 Oktober, dan kami akan menyiapkan diri untuk debat selanjutnya pada 22 Oktober,’’ terang pernyataan dari Komisi Debat Presiden AS, seperti dikutip dari CNN.
Sebelum resmi dibatalkan, berdasarkan saran dari penasehat kesehatan, debat harus dilakukan secara virtual dengan dua kandidat berada di lokasi terpisah. Trump kemudian segera menolak ide tersebut, dan menyatakan kalau dia tidak akan hadir dalam seri-seri debat berikutnya jika tetap dilakukan secara virtual.
Pembatalan tersebut kemudian menuai respons keras dari tim kampanye Joe Biden. ’’Ini sangat memalukan ketika Donald Trump menghindar dari satu-satunya debat dimana para pemilih bisa bertanya langsung. Tapi, itu tidak mengejutkan,’’ seru salah satu juru bicara kampanye Joe Biden, Andrew Bates.
Sementara itu, menanggapi pembatalan itu, tim kampenye Trump mendorong tim kampenye Biden untuk menyetujui jadwal debat tatap muka yang dibuat tim kampenye Trump. Tim kampenye Trump menerangkan, mereka meminta debat kedua dimundurkan pada 15 Oktober, sedangkan debat ketiga pada 29 Oktober, yang notabene hanya beberapa hari sebelum pemilihan umum pada 3 November. ’’Tidak ada alasan untuk tidak ada tiga kali debat, seperti yang Joe Biden sudah setujui juga,’’ terang Tim Murtaugh, juru bicara tim kampanye Trump.
Namun, tim kampenye Biden menolak mentah-mentah ide tersebut. ’’Jadwal debat tidak dibuat oleh Donald Trump. Melainkan oleh komisi debat,’’ tegas Kate Bedingfield, salah satu juru bicara tim kampanye Biden. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini