Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 09 September 2020 |
KalbarOnline.com – Presiden Tiongkok, Xi Jinping, memberikan penghargaan kepada sejumlah sosok yang diklaim sebagai pahlawan dalam peperangan Tiongkok menghadapi wabah Covid-19. Selain itu, Xi juga memuji ketahanan negara serta peran Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa terkait peran besar mengatasi pandemi.
Tiongkok disebut Xi sekaligus membantah tuduhan dari Amerika Serikat terkait tidak transparan soal informasi wabah. Dia menegaskan bahwa Tiongkok telah bertindak secara terbuka dan transparan serta mengambil tindakan tegas dalam menyelamatkan nyawa puluhan juta orang di seluruh dunia.
“Tiongkok telah membantu menyelamatkan nyawa puluhan juta orang di seluruh dunia dengan tindakan praktis. Kami menunjukkan keinginan tulus untuk membangun masa depan dan komunitas bersama demi kemanusiaan,” ungkap Xi dalam sebuah upacara di Aula Besar Rakyat di Beijing, Selasa (8/9), seperti dilansir Reuters.
Xi juga menegaskan bahwa Tiongkok adalah ekonomi besar pertama yang kembali tumbuh selama pandemi. Itu disebutnya sebagai sebuah fakta yang menunjukkan ketahanan dan kekuatan negara.
Penghargaan diberikan salah satunya kepada Zhong Nanshan, penasihat medis senior dan ahli virus Korona yang membantu membentuk respons Covid-19 Tiongkok. Xi memberinya Medali Republik yang merupakan tanda kehormatan tertinggi di Tiongkok.
Tiongkok sendiri menghadapi kritik pada hari-hari awal wabah, dengan beberapa pihak menggambarkan wabah Covid-19 sebagai “Chernobyl Tiongkok” yakni mengacu pada kecelakaan nuklir 1986 yang menghancurkan kepercayaan pada kemampuan Uni Soviet dalam memerintah.
Otoritas lokal di Wuhan dituduh menutup-nutupi soal virus Korona yang menunda tanggap darurat negara itu setidaknya dua minggu. Akan tetapi ketika infeksi menyebar ke seluruh dunia dan menunjukkan perlambatan di dalam negeri, Tiongkok menjadi lebih tegas. Tiongkok menolak penyelidikan global tentang asal-usul wabah, dan mengatakan tindakan cepatnya membantu mengulur waktu bagi negara lain untuk bersiap.
Kantor berita resmi Xinhua mengatakan bahwa Xi telah bekerja tanpa lelah sejak Januari dan bahkan mengalami malam-malam tanpa tidur saat memikul misi yang sangat sulit untuk memerangi epidemi.
Saksikan video menarik berikut ini:
KalbarOnline.com – Presiden Tiongkok, Xi Jinping, memberikan penghargaan kepada sejumlah sosok yang diklaim sebagai pahlawan dalam peperangan Tiongkok menghadapi wabah Covid-19. Selain itu, Xi juga memuji ketahanan negara serta peran Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa terkait peran besar mengatasi pandemi.
Tiongkok disebut Xi sekaligus membantah tuduhan dari Amerika Serikat terkait tidak transparan soal informasi wabah. Dia menegaskan bahwa Tiongkok telah bertindak secara terbuka dan transparan serta mengambil tindakan tegas dalam menyelamatkan nyawa puluhan juta orang di seluruh dunia.
“Tiongkok telah membantu menyelamatkan nyawa puluhan juta orang di seluruh dunia dengan tindakan praktis. Kami menunjukkan keinginan tulus untuk membangun masa depan dan komunitas bersama demi kemanusiaan,” ungkap Xi dalam sebuah upacara di Aula Besar Rakyat di Beijing, Selasa (8/9), seperti dilansir Reuters.
Xi juga menegaskan bahwa Tiongkok adalah ekonomi besar pertama yang kembali tumbuh selama pandemi. Itu disebutnya sebagai sebuah fakta yang menunjukkan ketahanan dan kekuatan negara.
Penghargaan diberikan salah satunya kepada Zhong Nanshan, penasihat medis senior dan ahli virus Korona yang membantu membentuk respons Covid-19 Tiongkok. Xi memberinya Medali Republik yang merupakan tanda kehormatan tertinggi di Tiongkok.
Tiongkok sendiri menghadapi kritik pada hari-hari awal wabah, dengan beberapa pihak menggambarkan wabah Covid-19 sebagai “Chernobyl Tiongkok” yakni mengacu pada kecelakaan nuklir 1986 yang menghancurkan kepercayaan pada kemampuan Uni Soviet dalam memerintah.
Otoritas lokal di Wuhan dituduh menutup-nutupi soal virus Korona yang menunda tanggap darurat negara itu setidaknya dua minggu. Akan tetapi ketika infeksi menyebar ke seluruh dunia dan menunjukkan perlambatan di dalam negeri, Tiongkok menjadi lebih tegas. Tiongkok menolak penyelidikan global tentang asal-usul wabah, dan mengatakan tindakan cepatnya membantu mengulur waktu bagi negara lain untuk bersiap.
Kantor berita resmi Xinhua mengatakan bahwa Xi telah bekerja tanpa lelah sejak Januari dan bahkan mengalami malam-malam tanpa tidur saat memikul misi yang sangat sulit untuk memerangi epidemi.
Saksikan video menarik berikut ini:
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini