Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Wednesday, 09 September 2020 |
KalbarOnline.com – Uji coba vaksin virus corona yang dilakukan raksasa produsen obat AstraZeneca harus dihentikan disebabkan ditemukannya penyakit yang tidak dapat dijelaskan di salah satu sukarelawannya.
Penghentian ini merupakan tindakan pencegahan standar dalam uji coba vaksin, yang dimaksudkan memastikan vaksin eksperimen tidak menyebabkan reaksi serius di antara relawan.
“Sebagai bagian dari uji coba global terkontrol acak yang sedang berlangsung dari vaksin virus corona Oxford, proses tinjauan standar kami memicu jeda bagi vaksinasi untuk memungkinkan peninjauan data keamanan,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNN, Rabu (9/9/2020).
AstraZeneca juga menyatakan perusahaan akan meninjau munculnya relawan yang merespons vaksin dengan negatif.
“Ini adalah tindakan rutin yang harus dilakukan setiap kali ada penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan di salah satu percobaan, sementara hal itu diselidiki, memastikan kami menjaga integritas percobaan,” tambah pernyataan itu.
Menurut pernyataan tersebut, dalam uji coba besar, penyakit akan muncul secara kebetulan tetapi harus ditinjau secara independen untuk memeriksanya dengan cermat.
“Kami sedang berupaya mempercepat peninjauan peristiwa tunggal tersebut untuk meminimalkan potensi dampak pada jadwal uji coba. Kami berkomitmen terhadap keselamatan peserta kami dan standar perilaku tertinggi dalam uji coba kami.”
Penangguhan klinis seperti ini memang biasanya terjadi. Namun tidak jelas, hingga kapan hal itu dilakukan AstraZeneca.
Diketahui, vaksin AstraZeneca dan Oxford merupakan salah satu kandidat terkuat setelah sukses melewati uji coba pertama dan kedua. Saat ini mereka sedang menggelar pengujian tahap tiga kepada 30 ribu relawan di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan.
Sumber STAT menyebut penghentian ini berdampak pada pengujian vaksin yang dilakukan produsen vaksin lain. Saat ini ada 9 kandidat vaksin yang tengah memasuki uji coba tahap tiga (akhir) ke manusia.
Sementara itu sumber lain menyebut peneliti kini tengah mencari kasus reaksi merugikan lain ke relawan penerima vaksin. Reaksi yang tergolong merugikan serius digambarkan pada sakit yang membutuhkan rawat inap, penyakit yang mengancam jiwa dan bahkan kematian.
KalbarOnline.com – Uji coba vaksin virus corona yang dilakukan raksasa produsen obat AstraZeneca harus dihentikan disebabkan ditemukannya penyakit yang tidak dapat dijelaskan di salah satu sukarelawannya.
Penghentian ini merupakan tindakan pencegahan standar dalam uji coba vaksin, yang dimaksudkan memastikan vaksin eksperimen tidak menyebabkan reaksi serius di antara relawan.
“Sebagai bagian dari uji coba global terkontrol acak yang sedang berlangsung dari vaksin virus corona Oxford, proses tinjauan standar kami memicu jeda bagi vaksinasi untuk memungkinkan peninjauan data keamanan,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNN, Rabu (9/9/2020).
AstraZeneca juga menyatakan perusahaan akan meninjau munculnya relawan yang merespons vaksin dengan negatif.
“Ini adalah tindakan rutin yang harus dilakukan setiap kali ada penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan di salah satu percobaan, sementara hal itu diselidiki, memastikan kami menjaga integritas percobaan,” tambah pernyataan itu.
Menurut pernyataan tersebut, dalam uji coba besar, penyakit akan muncul secara kebetulan tetapi harus ditinjau secara independen untuk memeriksanya dengan cermat.
“Kami sedang berupaya mempercepat peninjauan peristiwa tunggal tersebut untuk meminimalkan potensi dampak pada jadwal uji coba. Kami berkomitmen terhadap keselamatan peserta kami dan standar perilaku tertinggi dalam uji coba kami.”
Penangguhan klinis seperti ini memang biasanya terjadi. Namun tidak jelas, hingga kapan hal itu dilakukan AstraZeneca.
Diketahui, vaksin AstraZeneca dan Oxford merupakan salah satu kandidat terkuat setelah sukses melewati uji coba pertama dan kedua. Saat ini mereka sedang menggelar pengujian tahap tiga kepada 30 ribu relawan di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan.
Sumber STAT menyebut penghentian ini berdampak pada pengujian vaksin yang dilakukan produsen vaksin lain. Saat ini ada 9 kandidat vaksin yang tengah memasuki uji coba tahap tiga (akhir) ke manusia.
Sementara itu sumber lain menyebut peneliti kini tengah mencari kasus reaksi merugikan lain ke relawan penerima vaksin. Reaksi yang tergolong merugikan serius digambarkan pada sakit yang membutuhkan rawat inap, penyakit yang mengancam jiwa dan bahkan kematian.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini