Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Wednesday, 09 September 2020 |
KalbarOnline.com — Pemeriksaan kesehatan bakal calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) di RSUD Kabupaten Tangerang molor beberapa waktu. Itu lantaran bakal calon walikota Tangsel yakni Muhamad dan Siti Nurazizah datang telat.
Hasil pantauan di Lapangan, Nur Azizah datang sekitar pukul 07.55 WIB sedangkan Muhamad datang pukul 08.15 WIB baru sampai di lokasi. Seharusnya, pemeriksaan kesehatan dimulai pada pukul 07.00 WIB. Ketidakdisiplinan waktu dua Balon Walikota tersebut membuat proses pemeriksaan kesehatan molor dan banyak pihak yang menunggu.
Pengamat politik dari Forum Literasi Demkorasi Tangsel Erwin Simbolon menilai, ketidakdisiplinan dua bakal calon wali kota itu seharunya tidak patut terjadi. Karena, mereka sebagai calon pemimpin seharusnya memberikan contoh yang baik. Termasuk soal kedisiplinan waktu.
Menurutnya, proses pendaftaran hingga pelaksanaan Pilkada menjadi cerminan bagi bakal calon wali kota dan wakil wali kota.
“Kalau calon pemimpin tidak tepat waktu sesuai dengan yang sudah diagendakan, berarti mencerminkan ketidakdisiplinan, dan tidak menghargai waktu,” katanya, Rabu (9/9/20).
Kata dia, bagi seorang pemimpin seharusnya bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Termasuk juga bisa memanaj waktunya sendiri.
“Karena, bagaimanapun nanti seorang pemimpin itu jadi contoh bagi bawahannya,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai, seharusnya bakal calon dapat mematuhi segala mekanisme dan proses Pilkada yang sudah diagendakan. Termasuk soal kedisiplinan waktu.
“Jangan sampai waktu terbuang sia-sia hanya untuk menunggu orang yang tidak disiplin,” ucapnya.
Sementara itu, Humas RSU Kabupaten Tanggerang Mohamad Rifki mengatakan, saat ini pihaknya melakukan tes kesehatan dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional dan Himpunan Psikologi.
“Kita harapkan jam 3 sore ini bisa selesai,” singkatnya.
Selain itu, pihaknya mengelak jika terdapat balon walikota yang telat datang di lokasi dengan mengacu pada jadwal yang sudah disediakan oleh pihak KPU.
“Alhamdulillah secara penyelenggaraan sudah sesuai jadwal yang sudah Kami tentukan,” katanya. (ind)
KalbarOnline.com — Pemeriksaan kesehatan bakal calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) di RSUD Kabupaten Tangerang molor beberapa waktu. Itu lantaran bakal calon walikota Tangsel yakni Muhamad dan Siti Nurazizah datang telat.
Hasil pantauan di Lapangan, Nur Azizah datang sekitar pukul 07.55 WIB sedangkan Muhamad datang pukul 08.15 WIB baru sampai di lokasi. Seharusnya, pemeriksaan kesehatan dimulai pada pukul 07.00 WIB. Ketidakdisiplinan waktu dua Balon Walikota tersebut membuat proses pemeriksaan kesehatan molor dan banyak pihak yang menunggu.
Pengamat politik dari Forum Literasi Demkorasi Tangsel Erwin Simbolon menilai, ketidakdisiplinan dua bakal calon wali kota itu seharunya tidak patut terjadi. Karena, mereka sebagai calon pemimpin seharusnya memberikan contoh yang baik. Termasuk soal kedisiplinan waktu.
Menurutnya, proses pendaftaran hingga pelaksanaan Pilkada menjadi cerminan bagi bakal calon wali kota dan wakil wali kota.
“Kalau calon pemimpin tidak tepat waktu sesuai dengan yang sudah diagendakan, berarti mencerminkan ketidakdisiplinan, dan tidak menghargai waktu,” katanya, Rabu (9/9/20).
Kata dia, bagi seorang pemimpin seharusnya bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Termasuk juga bisa memanaj waktunya sendiri.
“Karena, bagaimanapun nanti seorang pemimpin itu jadi contoh bagi bawahannya,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai, seharusnya bakal calon dapat mematuhi segala mekanisme dan proses Pilkada yang sudah diagendakan. Termasuk soal kedisiplinan waktu.
“Jangan sampai waktu terbuang sia-sia hanya untuk menunggu orang yang tidak disiplin,” ucapnya.
Sementara itu, Humas RSU Kabupaten Tanggerang Mohamad Rifki mengatakan, saat ini pihaknya melakukan tes kesehatan dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional dan Himpunan Psikologi.
“Kita harapkan jam 3 sore ini bisa selesai,” singkatnya.
Selain itu, pihaknya mengelak jika terdapat balon walikota yang telat datang di lokasi dengan mengacu pada jadwal yang sudah disediakan oleh pihak KPU.
“Alhamdulillah secara penyelenggaraan sudah sesuai jadwal yang sudah Kami tentukan,” katanya. (ind)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini