Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 09 September 2020 |
KalbarOnline.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump terbilang jarang memakai masker saat beraktivitas. Padahal Amerika Serikat sudah mencatat 6 juta kasus positif Covid-19. Terbaru dia menjadi sorotan ketika memaksa seorang jurnalis yang mengajukan pertanyaan dalam konferensi pers untuk membuka masker.
Donald Trump memerintahkan seorang reporter untuk melepas masker, tetapi sang jurnalis itu menolak. Akibatnya keduanya tertangkap kamera adu mulut di Gedung Putih.
Seperti dilansir dari Mirror, Trump memotong ucapan Jeff Mason dari Reuters. Trump beralasan tak mendengar ucapan sang jurnalis secara jelas. Padahal dalam rekaman video, suara jurnalis tersebut sudah terdengar jelas.
Trump tampak sangat kesal karena jurnalis itu tak mau melepaskan maskernya di ruang pers. Mason hanya bersuara lebih keras.
“Tolong, kamu harus melepasnya (masker), tolong. Kamu bisa melepasnya?” kata Trump.
Mason berkata dia akan berbicara lebih keras. “Suara saya sudah lebih keras, Mr President,” kata Mason.
“Baiklah, jika Anda tidak melepaskannya suaranya jadi terpendam, jadi jika Anda melepaskannya, itu akan jauh lebih terdengar,” lanjut Trump.
Hanya saja, Mason berdiri tegak dan memperjelas suaranya dengan tetap memakai masker. “Apakah ini sudah terdengar jelas, Pak?” katanya lagi. “Ya, baiklah,” jawab Trump kesal.
Dan, ketika reporter lain melepas maskernya untuk berbicara, Trump justru memujinya. “Nah, Anda terdengar sangat jelas,” ungkapnya. Hal itu menandakan bahwa Trump masih mengabaikan protokol kesehatan. Berbicara di dalam ruangan yang penuh orang dan tak mengenakan masker bisa memicu droplet yang menularkan virus ke orang lain.
Trump sebelumnya juga sempat adu mulut dengan Mason pada Mei. Hal itu karena Trump yang jarang terlihat memakai masker. Salah satunya saat kunjungan ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland. Persoalan masker juga sempat menjadi serangan empuk dari lawan politiknya menjelang Pilpres AS pada November mendatang.
KalbarOnline.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump terbilang jarang memakai masker saat beraktivitas. Padahal Amerika Serikat sudah mencatat 6 juta kasus positif Covid-19. Terbaru dia menjadi sorotan ketika memaksa seorang jurnalis yang mengajukan pertanyaan dalam konferensi pers untuk membuka masker.
Donald Trump memerintahkan seorang reporter untuk melepas masker, tetapi sang jurnalis itu menolak. Akibatnya keduanya tertangkap kamera adu mulut di Gedung Putih.
Seperti dilansir dari Mirror, Trump memotong ucapan Jeff Mason dari Reuters. Trump beralasan tak mendengar ucapan sang jurnalis secara jelas. Padahal dalam rekaman video, suara jurnalis tersebut sudah terdengar jelas.
Trump tampak sangat kesal karena jurnalis itu tak mau melepaskan maskernya di ruang pers. Mason hanya bersuara lebih keras.
“Tolong, kamu harus melepasnya (masker), tolong. Kamu bisa melepasnya?” kata Trump.
Mason berkata dia akan berbicara lebih keras. “Suara saya sudah lebih keras, Mr President,” kata Mason.
“Baiklah, jika Anda tidak melepaskannya suaranya jadi terpendam, jadi jika Anda melepaskannya, itu akan jauh lebih terdengar,” lanjut Trump.
Hanya saja, Mason berdiri tegak dan memperjelas suaranya dengan tetap memakai masker. “Apakah ini sudah terdengar jelas, Pak?” katanya lagi. “Ya, baiklah,” jawab Trump kesal.
Dan, ketika reporter lain melepas maskernya untuk berbicara, Trump justru memujinya. “Nah, Anda terdengar sangat jelas,” ungkapnya. Hal itu menandakan bahwa Trump masih mengabaikan protokol kesehatan. Berbicara di dalam ruangan yang penuh orang dan tak mengenakan masker bisa memicu droplet yang menularkan virus ke orang lain.
Trump sebelumnya juga sempat adu mulut dengan Mason pada Mei. Hal itu karena Trump yang jarang terlihat memakai masker. Salah satunya saat kunjungan ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland. Persoalan masker juga sempat menjadi serangan empuk dari lawan politiknya menjelang Pilpres AS pada November mendatang.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini