Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 08 August 2020 |
KalbarOnline.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa ada kemungkinan sekolah yang berada di kabupaten/kota zona merah masih dapat dibuka. Namun, hal itu tergantung dari keputusan kepala daerahnya.
“Kalau misalnya ada satu kabupaten kota zona merah, bukan berarti semua desanya merah. Misal ada desa yang hijau, itu mestinya Bupati berani ambil keputusan, saat ada desa tidak terjangkit ya bisa belajar tatap muka,” ungkapnya dalam dalam diskusi online, Sabtu (8/8).
Setelah diperbolehkan, pemerintah daerah tersebut pun harus menjamin keamanan, kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar satuan pendidikan yang berada desa tersebut. Pengawasan harus dilakukan lebih ketat dibanding yang berada di hijau dan kuning.
“Kalau di satu daerah itu keamanannya terjamin ya silahkan saja, atau juga bisa belajar kelompok dengan siswa terbatas,” terang Muhadjir.
Kebijakan itu, kata dia, bisa dilakukan sebagai sosialisasi pola kehidupan yang bersih dan sehat kepada para siswa. Dengan begitu, peserta didik pun menjadi lebih paham dan tahu caranya mengantisipasi penyebaran Covid-19.
“Menanamkan pada anak, yang kemarin jarang cuci tangan, ya sekarang lebih rajin. Sekarang ini harus disadarkan di setiap musibah itu kita mengambil hikmah untuk kegiatan belajar mengajar,” tandas dia.
Sebagai informasi, saat ini sebesar 57 persen atau 238 kabupaten/kota berada di zona oranye dan merah. Kawasan itu pun masih belum diperbolehkan untuk melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka karena berisiko.
“Bagi yang di zona merah dan oranye tetap dilarang pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan, mereka tetap belajar dari rumah, tapi untuk zona hijau dan kuning diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” jelas Mendikbud Nadiem Makarim, Jumat (7/8).
Yang dapat melakukan pembelajaran tatap muka adalah satuan pendidikan di tingkat SD, SMP dan SMK. Sedangkan, untuk PAUD akan diperbolehkan dua bulan setelahnya atau Oktober mendatang.
Saksikan video menarik berikut ini:
KalbarOnline.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa ada kemungkinan sekolah yang berada di kabupaten/kota zona merah masih dapat dibuka. Namun, hal itu tergantung dari keputusan kepala daerahnya.
“Kalau misalnya ada satu kabupaten kota zona merah, bukan berarti semua desanya merah. Misal ada desa yang hijau, itu mestinya Bupati berani ambil keputusan, saat ada desa tidak terjangkit ya bisa belajar tatap muka,” ungkapnya dalam dalam diskusi online, Sabtu (8/8).
Setelah diperbolehkan, pemerintah daerah tersebut pun harus menjamin keamanan, kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar satuan pendidikan yang berada desa tersebut. Pengawasan harus dilakukan lebih ketat dibanding yang berada di hijau dan kuning.
“Kalau di satu daerah itu keamanannya terjamin ya silahkan saja, atau juga bisa belajar kelompok dengan siswa terbatas,” terang Muhadjir.
Kebijakan itu, kata dia, bisa dilakukan sebagai sosialisasi pola kehidupan yang bersih dan sehat kepada para siswa. Dengan begitu, peserta didik pun menjadi lebih paham dan tahu caranya mengantisipasi penyebaran Covid-19.
“Menanamkan pada anak, yang kemarin jarang cuci tangan, ya sekarang lebih rajin. Sekarang ini harus disadarkan di setiap musibah itu kita mengambil hikmah untuk kegiatan belajar mengajar,” tandas dia.
Sebagai informasi, saat ini sebesar 57 persen atau 238 kabupaten/kota berada di zona oranye dan merah. Kawasan itu pun masih belum diperbolehkan untuk melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka karena berisiko.
“Bagi yang di zona merah dan oranye tetap dilarang pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan, mereka tetap belajar dari rumah, tapi untuk zona hijau dan kuning diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” jelas Mendikbud Nadiem Makarim, Jumat (7/8).
Yang dapat melakukan pembelajaran tatap muka adalah satuan pendidikan di tingkat SD, SMP dan SMK. Sedangkan, untuk PAUD akan diperbolehkan dua bulan setelahnya atau Oktober mendatang.
Saksikan video menarik berikut ini:
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini