Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Thursday, 10 October 2019 |
KalbarOnline, Kubu
Raya – Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengatakan berharap para pengurus
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kubu Raya dapat mengaplikasikan
orasi persatuan dan kesatuan bangsa dalam bentuk dialog terhadap masyarakat.
“Yang lebih penting kita harus turun kelapangan untuk
memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya yang namanya toleransi,” ucap
Sujiwo ditemui usai menghadiri acara Konferensi Cabang ke-VIII dan Orasi
Kebangsaan PMII Kubu Raya dengan tema merawat persatuan dan kesatuan bangsa
dengan nilai pancasila dan aswaja di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis
(10/10/2019).
Sujiwo menyebutkan, saat ini ada upaya-upaya dari
kelompok-kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk merongrong
nilai-nilai dalam Pancasila dan keberadaan kelompok-kelompok tersebut memang
ada di Indonesia.
“Jadi dengan adanya dialog seperti ini yang turut melibatkan
masyarakat. Saya pinta, setelah dialog itu langsung ke lapangan,” pintanya.
Dengan turun langsung ke masyarakat (lapangan), Sujiwo
menilai para pengurus PMII dapat tahu masalah-masalah yang ada di masyarakat
seperti cara menangkal berita hoax, pentingnya toleransi, pentingnya merawat
bangsa Indonesia dengan menjaga empat pilar kebangsaan.
“Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika yang telah disepakati bersama sebagai pondasi
utama bangsa ini. Ketika empat pilar ini roboh maka bangsa ini juga bisa roboh dan
yang menderita itu rakyat sudah banyak contoh negara-negara yang menyedihkan
seperti negara di Timur tengah,” terangnya.
Sementara Ketua PMII Kubu Raya, Abdul Adim menambahkan, dengan
menjaga keutuhan yang ada di batang tubuh Pancasila maka tidak ada pecah belah.
Karena, dengan keberagamanlah maka persatuan dan kesatuan tersebut ada.
“Karena memang banyak keberagaman baik dari segi budayanya,
etnisnya dan lain sebagainya sehingga perlu kita jaga bersama perbedaaan ini
agar tetap menjadi satu kesatuan yang diharapkan kita semua,” katanya.
Terkait dengan aswaja, Abdul Adim menjelaskan bahwa aswaja merupakan etika dalam sehari-hari dalam bergaul dengan masyarakat, menghormati orang yang lebih tua, serta sopan santun lainnya.
“Walaupun kita beda pendapat, berbeda cara berpikirnya tetapi kita harus tetap menghargai satu sama lain,” imbuhnya. (ian)
KalbarOnline, Kubu
Raya – Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengatakan berharap para pengurus
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kubu Raya dapat mengaplikasikan
orasi persatuan dan kesatuan bangsa dalam bentuk dialog terhadap masyarakat.
“Yang lebih penting kita harus turun kelapangan untuk
memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya yang namanya toleransi,” ucap
Sujiwo ditemui usai menghadiri acara Konferensi Cabang ke-VIII dan Orasi
Kebangsaan PMII Kubu Raya dengan tema merawat persatuan dan kesatuan bangsa
dengan nilai pancasila dan aswaja di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis
(10/10/2019).
Sujiwo menyebutkan, saat ini ada upaya-upaya dari
kelompok-kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk merongrong
nilai-nilai dalam Pancasila dan keberadaan kelompok-kelompok tersebut memang
ada di Indonesia.
“Jadi dengan adanya dialog seperti ini yang turut melibatkan
masyarakat. Saya pinta, setelah dialog itu langsung ke lapangan,” pintanya.
Dengan turun langsung ke masyarakat (lapangan), Sujiwo
menilai para pengurus PMII dapat tahu masalah-masalah yang ada di masyarakat
seperti cara menangkal berita hoax, pentingnya toleransi, pentingnya merawat
bangsa Indonesia dengan menjaga empat pilar kebangsaan.
“Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika yang telah disepakati bersama sebagai pondasi
utama bangsa ini. Ketika empat pilar ini roboh maka bangsa ini juga bisa roboh dan
yang menderita itu rakyat sudah banyak contoh negara-negara yang menyedihkan
seperti negara di Timur tengah,” terangnya.
Sementara Ketua PMII Kubu Raya, Abdul Adim menambahkan, dengan
menjaga keutuhan yang ada di batang tubuh Pancasila maka tidak ada pecah belah.
Karena, dengan keberagamanlah maka persatuan dan kesatuan tersebut ada.
“Karena memang banyak keberagaman baik dari segi budayanya,
etnisnya dan lain sebagainya sehingga perlu kita jaga bersama perbedaaan ini
agar tetap menjadi satu kesatuan yang diharapkan kita semua,” katanya.
Terkait dengan aswaja, Abdul Adim menjelaskan bahwa aswaja merupakan etika dalam sehari-hari dalam bergaul dengan masyarakat, menghormati orang yang lebih tua, serta sopan santun lainnya.
“Walaupun kita beda pendapat, berbeda cara berpikirnya tetapi kita harus tetap menghargai satu sama lain,” imbuhnya. (ian)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini