Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Thursday, 04 April 2019 |
KalbarOnline, Sintang
– Bupati Sintang, Jarot Winarno secara resmi membuka kejuaraan pencak silat
tingkat pelajar se-Kalimantan Barat tahun 2019 yang ditandai dengan pemukulan
gong, yang diselenggarakan di GOR Apang Semangai, Kompleks Stadion Baning
Sintang, Kamis (4/4/2019). Kejuaraan pencak silat tingkat pelajar se-Kalimantan
Barat ini diprakarsai oleh UKM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kapuas Sintang.
Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan ada empat pesan
di dalam kejuaraan pencak silat ini.
“Jadi yang pertama pencak silat dipandang sebagai aspek mental
dan spiritual, kedua yaitu pencak silat sebagai seni dan budaya bangsa, ketiga
pencak silat merupakan kepercayaan diri dan keempat adalah pencak silat sebagai
olahraga prestasi,” kata Jarot.
Orang nomor wahid di Bumi Senentang ini juga menjelaskan satu
persatu pesan aspek yang ada di dalam pencak silat seperti yang terkandung
dalam aspek mental dan spiritual.
“Jadi kita ini menjadi pesilat yang utamanya adalah kita digembleng
yaitu mental dan spiritual kita, mulai dari tahap penerimaan, tahap kenaikan
tingkat, sampai puncak tertinggi, tentunya dengan tahapan tersebut tantangannya
harus kita lewati satu persatu, sehingga akhirnya tahapan itu akan membawa kita
sebagai manusia yang berakhlak mulia dan memiliki mental spiritual yang baik,” jelasnya.
Bupati Jarot melanjutkan, aspek yang kedua adalah pencak
silat sebagai aspek seni dan budaya.
“Perlu diketahui bahwa pencak silat merupakan seni dan
budaya, kita di Indonesia banyak memiliki aliran-aliran pencak silat, semuanya
memiliki nilai kesenian yang tinggi, jadi begitu tinggi dan luhurnya budaya
bangsa ini, sehingga menjadikan silat sebagai seni dan budaya bangsa yang perlu
dilestarikan,” tukasnya.
Masih kata Jarot, aspek yang ketiga ini dengan menjadi
pesilat dapat meningkatkan rasa percaya diri.
“Kita belajar ilmu bela diri, tentunya dengan hal ini kita
tidak akan menyerang kalau tidak dimulai, kita punya rasa kepercayaan yang
tinggi, dengan hal tersebut kita akan tenang menata hidup yang lebih baik
kedepan, sehingga aspek bela diri ini membuat para pesilat akan sukses ke depannya,”
tukasnya lagi.
Yang ke empat, sambung Jarot, pencak silat ini juga
merupakan salah satu aspek yang masuk dalam kategori olahraga.
“Ini dianggap menjadi olahraga yang dipertandingkan, ini
merupakan olahraga prestasi, kita ingat Asian Games kategori olahraga Pencak Silat,
Indonesia mampu menyapu bersih untuk mendapatkan medali emas, tentu ini menjadi
kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena pencak silat merupakan olahraga yang
berasal dari Indonesia,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu juga ia juga berpesan agar dalam setiap
bertanding selalu menjunjung tinggi sportivitas.
“Mari bertanding, junjung tinggi sportivitas, kalah menang
nomor dua, yang paling penting adalah menjalin silaturahmi, menjaga satu dan
persatuan, dan berkesempatan mengekspresikan kemampuan yang kita miliki,” pesannya.
Sementara Ketua Panitia pelaksanaan, Heri Apriadi
menjelaskan, tujuan terselenggaranya kejuaraan pencak silat ini sebagai bentuk
apresiasi pihaknya dalam rangka memperingati Dies Natalis Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Kapuas.
“Selain itu juga kejuaraan ini diselenggarakan untuk
menanamkan kecintaan dan kebanggaan terhadap budaya pencak silat,” kata Heri
Apriadi.
Ia berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan pencak silat
tingkat pelajar ini dapat melahirkan atlet berprestasi.
“Kita ingin outputnya meningkatkan bakat minat para atlet
pencak silat, kemudian juga ingin melahirkan atlet-atlet daerah yang dapat
mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia,” harapnya.
Heri Apriadi juga menyampaikan bahwa kejuaraan pencak silat
ini diikuti sebanyak 7 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat yang diselenggarakan
selama 4 hari.
“Dari 14 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat yaitu Kabupaten
Sintang, Kabupaten Sanggau, Kota Pontianak, Kabupaten Landak, Kabupaten
Sekadau, Kabupaten Kubu Raya dan Kota Singkawang,” pungkasnya.
Pertandingan akan berlangsung dari 5-9 April 2019. (*/Sg)
KalbarOnline, Sintang
– Bupati Sintang, Jarot Winarno secara resmi membuka kejuaraan pencak silat
tingkat pelajar se-Kalimantan Barat tahun 2019 yang ditandai dengan pemukulan
gong, yang diselenggarakan di GOR Apang Semangai, Kompleks Stadion Baning
Sintang, Kamis (4/4/2019). Kejuaraan pencak silat tingkat pelajar se-Kalimantan
Barat ini diprakarsai oleh UKM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kapuas Sintang.
Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan ada empat pesan
di dalam kejuaraan pencak silat ini.
“Jadi yang pertama pencak silat dipandang sebagai aspek mental
dan spiritual, kedua yaitu pencak silat sebagai seni dan budaya bangsa, ketiga
pencak silat merupakan kepercayaan diri dan keempat adalah pencak silat sebagai
olahraga prestasi,” kata Jarot.
Orang nomor wahid di Bumi Senentang ini juga menjelaskan satu
persatu pesan aspek yang ada di dalam pencak silat seperti yang terkandung
dalam aspek mental dan spiritual.
“Jadi kita ini menjadi pesilat yang utamanya adalah kita digembleng
yaitu mental dan spiritual kita, mulai dari tahap penerimaan, tahap kenaikan
tingkat, sampai puncak tertinggi, tentunya dengan tahapan tersebut tantangannya
harus kita lewati satu persatu, sehingga akhirnya tahapan itu akan membawa kita
sebagai manusia yang berakhlak mulia dan memiliki mental spiritual yang baik,” jelasnya.
Bupati Jarot melanjutkan, aspek yang kedua adalah pencak
silat sebagai aspek seni dan budaya.
“Perlu diketahui bahwa pencak silat merupakan seni dan
budaya, kita di Indonesia banyak memiliki aliran-aliran pencak silat, semuanya
memiliki nilai kesenian yang tinggi, jadi begitu tinggi dan luhurnya budaya
bangsa ini, sehingga menjadikan silat sebagai seni dan budaya bangsa yang perlu
dilestarikan,” tukasnya.
Masih kata Jarot, aspek yang ketiga ini dengan menjadi
pesilat dapat meningkatkan rasa percaya diri.
“Kita belajar ilmu bela diri, tentunya dengan hal ini kita
tidak akan menyerang kalau tidak dimulai, kita punya rasa kepercayaan yang
tinggi, dengan hal tersebut kita akan tenang menata hidup yang lebih baik
kedepan, sehingga aspek bela diri ini membuat para pesilat akan sukses ke depannya,”
tukasnya lagi.
Yang ke empat, sambung Jarot, pencak silat ini juga
merupakan salah satu aspek yang masuk dalam kategori olahraga.
“Ini dianggap menjadi olahraga yang dipertandingkan, ini
merupakan olahraga prestasi, kita ingat Asian Games kategori olahraga Pencak Silat,
Indonesia mampu menyapu bersih untuk mendapatkan medali emas, tentu ini menjadi
kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena pencak silat merupakan olahraga yang
berasal dari Indonesia,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu juga ia juga berpesan agar dalam setiap
bertanding selalu menjunjung tinggi sportivitas.
“Mari bertanding, junjung tinggi sportivitas, kalah menang
nomor dua, yang paling penting adalah menjalin silaturahmi, menjaga satu dan
persatuan, dan berkesempatan mengekspresikan kemampuan yang kita miliki,” pesannya.
Sementara Ketua Panitia pelaksanaan, Heri Apriadi
menjelaskan, tujuan terselenggaranya kejuaraan pencak silat ini sebagai bentuk
apresiasi pihaknya dalam rangka memperingati Dies Natalis Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Kapuas.
“Selain itu juga kejuaraan ini diselenggarakan untuk
menanamkan kecintaan dan kebanggaan terhadap budaya pencak silat,” kata Heri
Apriadi.
Ia berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan pencak silat
tingkat pelajar ini dapat melahirkan atlet berprestasi.
“Kita ingin outputnya meningkatkan bakat minat para atlet
pencak silat, kemudian juga ingin melahirkan atlet-atlet daerah yang dapat
mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia,” harapnya.
Heri Apriadi juga menyampaikan bahwa kejuaraan pencak silat
ini diikuti sebanyak 7 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat yang diselenggarakan
selama 4 hari.
“Dari 14 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat yaitu Kabupaten
Sintang, Kabupaten Sanggau, Kota Pontianak, Kabupaten Landak, Kabupaten
Sekadau, Kabupaten Kubu Raya dan Kota Singkawang,” pungkasnya.
Pertandingan akan berlangsung dari 5-9 April 2019. (*/Sg)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini