Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Sunday, 11 November 2018 |
KalbarOnline,Politik – Manuver politik yang dilakukan Ketua Umum Partai Bulan Bintang(PBB), Yusril Ihza Mahendra merapat ke kubu Jokowi-Ma’ruf menimbulkan pelbagaireaksi beragam dari banyak kalangan, tak terkecuali di tubuh PBB sendiri.
Keputusan Yusril menjadi Lawyer Jokowi-Ma’ruf di pertarungan
Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 bahkan menimbulkan isu perpecahan di internal
partai yang dinahkodainya itu sekalipun dikatakan Yusril keputusannya itu murni
sebagai lawyer, urusan profesionalitas.
Perpecahan dimaksud, lantaran mayoritas kader partai berlogo
bulan bintang ini ingin #GantiPresiden, tak terkecuali PBB Kalbar. Jika dilihat
sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya (AD/ART), PBB jelas merupakan
partai berlandasaskan Islam. Artinya tempat yang dinilai tepat menjadi
pelabuhan PBB adalah Prabowo-Sandi. Sebab, sama-sama memiliki background
keumatan terlebih lagi PBB merupakan partai eks Masyumi.
Seperti diketahui keputusan yang diambil Yusril dikatakan
dia murni sebagai lawyer dan urusan profesionalitas bahkan gratis. Pernyataan
Yusril pun bahkan dianggap publik sebagai ‘lawak’.
“Profesional mana ada yang gratis. Kalau gratis, itu kurang profesional”
Yusril diketahui publik merupakan lawyer kelas elit bahkan
bisa dikatakan elit dari elit, paling mahal. Tarifnya milyaran.
Fokus PBB Kalbar
Dewan Pimpinan Wilayah PBB Kalbar melalui Sekretaris Wilayah,
Abdul Harits menegaskan bahwa isu perpecahan di tubuh PBB tak benar adanya.
“Tidak benar, saya tegaskan isu itu tidak benar. PBB Kalbar masih
tetap solid untuk membesarkan partai,” ujar Harits saat ditemui KalbarOnline
usai memberikan pembekalan kepada calon legislatif PBB Kota Pontianak di Java
Cafe, Jumat (9/11/2018).
Harits juga menegaskan bahwa keputusan PBB mengenai arah
dukungan di Pilpres 2019 akan dilakukan melalui rapat koordinasi nasional (Rakornas)
yang akan berlangsung Desember mendatang.
“Soal dukungan kita di Pilpres 2019 nanti itu akan melalui Rakornas.
Kita tetap berpatokan pada itu dan apapun hasilnya nanti, itulah yang kita
sepakati bersama dan harus legowo kita terima. Kita juga tidak berhak menentukan
arah dukungan sendiri. Masih wait and see,
politik terlalu dinamis untuk kita menentukan arah,” tukasnya.
Ia juga tak segan menilai bahwa manuver politik Yusril sangat
menguntungkan Partai Bulan Bintang. Harits pun turut mengamini statement Sekjen
PBB, Afriansyah Ferry Noer yang menyatakan bahwa PBB layaknya gadis cantik yang
tengah diperebutkan oleh dua pria.
“PBB seperti gadis cantik yang sedang diperebutkan,
pura-pura dicuekin tapi dibutuhkan yang akhirnya memancing kawan-kawan di kubu
02 untuk berpikir ternyata PBB punya sikap. Walaupun Pak Yusril bicara sebagai
profesional bukan sikap partai, tapi manuver Pak Ketua itu sinyal bahwa PBB
juga bisa,” tegasnya.
Meski demikian Harits menegaskan bahwa saat ini berdasarkan instruksi
partai, para kader diminta untuk fokus menghadapi Pileg 2019. Sikap politik Yusril
dinilai Harits semata-mata demi membesarkan partai.
“Sebenarnya instruksi pusat cukup jelas, ya. Kita diminta
untuk fokus terhadap Pileg. Kader di daerah diminta untuk fokus ke Pileg. Ketum
bermanuver tentu ada strategi yang dijalankannya demi membesarkan partai,” pungkasnya.
(Fai)
KalbarOnline,Politik – Manuver politik yang dilakukan Ketua Umum Partai Bulan Bintang(PBB), Yusril Ihza Mahendra merapat ke kubu Jokowi-Ma’ruf menimbulkan pelbagaireaksi beragam dari banyak kalangan, tak terkecuali di tubuh PBB sendiri.
Keputusan Yusril menjadi Lawyer Jokowi-Ma’ruf di pertarungan
Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 bahkan menimbulkan isu perpecahan di internal
partai yang dinahkodainya itu sekalipun dikatakan Yusril keputusannya itu murni
sebagai lawyer, urusan profesionalitas.
Perpecahan dimaksud, lantaran mayoritas kader partai berlogo
bulan bintang ini ingin #GantiPresiden, tak terkecuali PBB Kalbar. Jika dilihat
sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya (AD/ART), PBB jelas merupakan
partai berlandasaskan Islam. Artinya tempat yang dinilai tepat menjadi
pelabuhan PBB adalah Prabowo-Sandi. Sebab, sama-sama memiliki background
keumatan terlebih lagi PBB merupakan partai eks Masyumi.
Seperti diketahui keputusan yang diambil Yusril dikatakan
dia murni sebagai lawyer dan urusan profesionalitas bahkan gratis. Pernyataan
Yusril pun bahkan dianggap publik sebagai ‘lawak’.
“Profesional mana ada yang gratis. Kalau gratis, itu kurang profesional”
Yusril diketahui publik merupakan lawyer kelas elit bahkan
bisa dikatakan elit dari elit, paling mahal. Tarifnya milyaran.
Fokus PBB Kalbar
Dewan Pimpinan Wilayah PBB Kalbar melalui Sekretaris Wilayah,
Abdul Harits menegaskan bahwa isu perpecahan di tubuh PBB tak benar adanya.
“Tidak benar, saya tegaskan isu itu tidak benar. PBB Kalbar masih
tetap solid untuk membesarkan partai,” ujar Harits saat ditemui KalbarOnline
usai memberikan pembekalan kepada calon legislatif PBB Kota Pontianak di Java
Cafe, Jumat (9/11/2018).
Harits juga menegaskan bahwa keputusan PBB mengenai arah
dukungan di Pilpres 2019 akan dilakukan melalui rapat koordinasi nasional (Rakornas)
yang akan berlangsung Desember mendatang.
“Soal dukungan kita di Pilpres 2019 nanti itu akan melalui Rakornas.
Kita tetap berpatokan pada itu dan apapun hasilnya nanti, itulah yang kita
sepakati bersama dan harus legowo kita terima. Kita juga tidak berhak menentukan
arah dukungan sendiri. Masih wait and see,
politik terlalu dinamis untuk kita menentukan arah,” tukasnya.
Ia juga tak segan menilai bahwa manuver politik Yusril sangat
menguntungkan Partai Bulan Bintang. Harits pun turut mengamini statement Sekjen
PBB, Afriansyah Ferry Noer yang menyatakan bahwa PBB layaknya gadis cantik yang
tengah diperebutkan oleh dua pria.
“PBB seperti gadis cantik yang sedang diperebutkan,
pura-pura dicuekin tapi dibutuhkan yang akhirnya memancing kawan-kawan di kubu
02 untuk berpikir ternyata PBB punya sikap. Walaupun Pak Yusril bicara sebagai
profesional bukan sikap partai, tapi manuver Pak Ketua itu sinyal bahwa PBB
juga bisa,” tegasnya.
Meski demikian Harits menegaskan bahwa saat ini berdasarkan instruksi
partai, para kader diminta untuk fokus menghadapi Pileg 2019. Sikap politik Yusril
dinilai Harits semata-mata demi membesarkan partai.
“Sebenarnya instruksi pusat cukup jelas, ya. Kita diminta
untuk fokus terhadap Pileg. Kader di daerah diminta untuk fokus ke Pileg. Ketum
bermanuver tentu ada strategi yang dijalankannya demi membesarkan partai,” pungkasnya.
(Fai)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini