Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Sunday, 09 September 2018 |
KalbarOnline,
Ketapang – Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH, M.Sos meresmikan Gereja
Santo Yoseph di Desa Serengkah, Kecamatan Tumbang Titi, Sabtu (8/9/2018). Peresmian
gereja baru tersebut ditandai dengan membunyikan sirine oleh Bupati Ketapang
bersama unsur Forkopimda dan pihak gereja.
Usai meresmikan gereja, Martin Rantan juga melakukan
penandatanganan prasasti bersama dengan Uskup Ketapang kemudian dilanjutkan
dengan peninjauan ke dalam gereja serta penanaman pohon dilokasi sekitar
bangunan gereja.
Dalam sambutannya, Martin Ramtan berharap usai resmikan agar
gereja dapat dipelihara dengan baik dan selalu diisi dengan kegiatan-kegiatan
peribadatan oleh jemaat di sekitarnya.
“Isi dengan kegiatan peribadatan dan jangan sampai kosong, gereja
yang kita bangun ini sangat refresentatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Martin mengatakan fungsi gereja tidak hanya
semata-mata sebagai tempat ibadah namun juga sebagai pusat pengembangan
kualitas dan pemberdayaan ekonomi umat. Oleh karenanya sinergis umat didalamnya
harus selalu terjalin dengan baik, khususnya aktifitas spiritual dan sosial
maupun ekonomi.
“Sebaiknya tempat ibadah harus dibangun dengan infrastruktur
yang lengkap dengan gaya arsitektur yang indah. Agar orang yang beribadah
merasa tenang dan nyaman,” pesannya.
Martin juga mengingatkan perihal tantangan kedepan yang
menuntut untuk terwujudnya pembangunan kejayaan bangsa melalui pencapaian
prestasi yang agamis dengan mengedepankan toleransi umat beragama atau tri
kerukunan umat beragama dalam upaya bersama-sama menjaga persatuan dan
kesatuan.
“Kita harus optimis, jika semuanya bersatu padu menggalang
kebersamaan, maka kita akan terhindar dari keterpurukan, menuju umat dan bangsa
yang sejahtera, mandiri, bermartabat dan relegius serta berkepribadian,” pungkasnya.
(Adi
LC)
KalbarOnline,
Ketapang – Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH, M.Sos meresmikan Gereja
Santo Yoseph di Desa Serengkah, Kecamatan Tumbang Titi, Sabtu (8/9/2018). Peresmian
gereja baru tersebut ditandai dengan membunyikan sirine oleh Bupati Ketapang
bersama unsur Forkopimda dan pihak gereja.
Usai meresmikan gereja, Martin Rantan juga melakukan
penandatanganan prasasti bersama dengan Uskup Ketapang kemudian dilanjutkan
dengan peninjauan ke dalam gereja serta penanaman pohon dilokasi sekitar
bangunan gereja.
Dalam sambutannya, Martin Ramtan berharap usai resmikan agar
gereja dapat dipelihara dengan baik dan selalu diisi dengan kegiatan-kegiatan
peribadatan oleh jemaat di sekitarnya.
“Isi dengan kegiatan peribadatan dan jangan sampai kosong, gereja
yang kita bangun ini sangat refresentatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Martin mengatakan fungsi gereja tidak hanya
semata-mata sebagai tempat ibadah namun juga sebagai pusat pengembangan
kualitas dan pemberdayaan ekonomi umat. Oleh karenanya sinergis umat didalamnya
harus selalu terjalin dengan baik, khususnya aktifitas spiritual dan sosial
maupun ekonomi.
“Sebaiknya tempat ibadah harus dibangun dengan infrastruktur
yang lengkap dengan gaya arsitektur yang indah. Agar orang yang beribadah
merasa tenang dan nyaman,” pesannya.
Martin juga mengingatkan perihal tantangan kedepan yang
menuntut untuk terwujudnya pembangunan kejayaan bangsa melalui pencapaian
prestasi yang agamis dengan mengedepankan toleransi umat beragama atau tri
kerukunan umat beragama dalam upaya bersama-sama menjaga persatuan dan
kesatuan.
“Kita harus optimis, jika semuanya bersatu padu menggalang
kebersamaan, maka kita akan terhindar dari keterpurukan, menuju umat dan bangsa
yang sejahtera, mandiri, bermartabat dan relegius serta berkepribadian,” pungkasnya.
(Adi
LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini