Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Tuesday, 12 December 2017 |
KalbarOnline, Sintang – SMP Negeri 5 Ambalau yang terletak di Desa Kepala Jungai merupakan salah satu SMP yang berada di Hulu Sungai Melawi, pada Sabtu (9/12) sore lalu, gedung SMPN 5 Ambalau secara simbolis diresmikan langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.
Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Bupati Sintang dihadapan masyarakat, wali murid dan para siswa-siswi menilai bahwa pembangunan gedung SMPN 5 Ambalau ini sangat bagus.
“Saya liat ini gedung sangat memadai, dengan 1 rombongan belajar ada 16 siswa siswi, dan memiliki 2 ruang belajar, artinya SMP ini aman dan untuk ditahun berikutnya harus ada penambahan ruang belajar sehingga akan menjadi sekolah yang berkembang,” ujar Bupati.
Bupati juga menjelaskan bahwa di Kabupaten Sintang memiliki rata-rata lama sekolah baru 6,9 tahun pada tahun 2016 targetnya 2021 rata-rata lama belajar harus 9 tahun.
“Jadi di Sintang meningkat rata-rata lama belajarnya, dari yang dulunya 6,7 sekarang menjadi 6,9 tahun, artinya anak anak masih belum mampu menyelesaikan sekolah selama 9 tahun,” jelasnya.
Jadi, lanjut Bupati, Pemerintah Kabupaten Sintang sudah menargetkan wajib belajar 9 tahun harus tuntas pada tahun 2021 nanti.
“Untuk di Ambalau saja SMP yang negeri itu hanya 6, sedangkan desa di Ambalau ini banyak, tentu kita akan terus berupaya meningkatkan dunia pendidikan untuk di kabupaten Sintang,” tutur Bupati.
Bupati berpesan kepada masyarakat bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang sangat menddukung dunia pendidikan, kesehatan, keagamaan dan kesejahteraan.
“Karena untuk tiga tahun kedepan kita inginkan Serawai dan Ambalau bukan lagi daerah yang serba ketertinggalan, kita harus maju sama dengan daerah lainnya, maka dari itu kita serius dan berikan perhatian untuk dibidang pendidikan dan kesehatan di wilayah Serawai Ambalau ini yang sesuai dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Sintang,” tukasnya.
“Kepada komite sekolah, mengurus sekolah jangan sendirian, bisa menggali menemani para dewan guru untuk tetap ,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Ernawati mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan membantu memberikan fasilitas penunjang pendidikan.
“Semua ini kita bantu, kita dukung ini semua demi memajukan dunia pendidikan di desa Kepala Jungai ini dan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan,” kata Ernawati.
Ernawati menambahkan, bahwa kalau kegiatan proses belajar mengajar agar lebih baik lagi Pemerintah Desa harus bekerjasama dengan stakeholder.
“Karena bekerja sendiri tidak bisa, tentu dalam melayani berbagai fasilitas pendukung perlu adanya pihak lain, termasuk dari pihak komite, pihak perusahaan, untuk bersama-sama berpartisipasi pelaksanaan belajar mengajar di sekolah kita,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SMPN 5 Ambalau, mengatakan bahwa sekolah ini dibangun pada tahun 2017 dan 2017.
“Jadi pada tahun 2016 itu kita bangun pertama satu gedung dengan 2 ruang kelas, kemudian pada tahun 2017 kita bangun lagi penambahan 2 kelas, jadi ada 4 kelas, 1 kelas untuk ruang guru, sisanya untuk belajar mengajar,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses belajar mengajar di SMPN 5 Ambalau ini sudah berlangsung selama 1 semester.
“Kami buka penerimaan siswa pada bulan Juni 2017 lalu, dengan jumlah murid ada 16 orang, yang berasal dari desa-desa sekitar dari sini, jadi kami inginkan Pemerintah Kabupaten Sintang bisa menambah ruang lokal belajar mengajar untuk di SMP ini,” tandasnya. (Sg/Hms)
KalbarOnline, Sintang – SMP Negeri 5 Ambalau yang terletak di Desa Kepala Jungai merupakan salah satu SMP yang berada di Hulu Sungai Melawi, pada Sabtu (9/12) sore lalu, gedung SMPN 5 Ambalau secara simbolis diresmikan langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.
Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Bupati Sintang dihadapan masyarakat, wali murid dan para siswa-siswi menilai bahwa pembangunan gedung SMPN 5 Ambalau ini sangat bagus.
“Saya liat ini gedung sangat memadai, dengan 1 rombongan belajar ada 16 siswa siswi, dan memiliki 2 ruang belajar, artinya SMP ini aman dan untuk ditahun berikutnya harus ada penambahan ruang belajar sehingga akan menjadi sekolah yang berkembang,” ujar Bupati.
Bupati juga menjelaskan bahwa di Kabupaten Sintang memiliki rata-rata lama sekolah baru 6,9 tahun pada tahun 2016 targetnya 2021 rata-rata lama belajar harus 9 tahun.
“Jadi di Sintang meningkat rata-rata lama belajarnya, dari yang dulunya 6,7 sekarang menjadi 6,9 tahun, artinya anak anak masih belum mampu menyelesaikan sekolah selama 9 tahun,” jelasnya.
Jadi, lanjut Bupati, Pemerintah Kabupaten Sintang sudah menargetkan wajib belajar 9 tahun harus tuntas pada tahun 2021 nanti.
“Untuk di Ambalau saja SMP yang negeri itu hanya 6, sedangkan desa di Ambalau ini banyak, tentu kita akan terus berupaya meningkatkan dunia pendidikan untuk di kabupaten Sintang,” tutur Bupati.
Bupati berpesan kepada masyarakat bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang sangat menddukung dunia pendidikan, kesehatan, keagamaan dan kesejahteraan.
“Karena untuk tiga tahun kedepan kita inginkan Serawai dan Ambalau bukan lagi daerah yang serba ketertinggalan, kita harus maju sama dengan daerah lainnya, maka dari itu kita serius dan berikan perhatian untuk dibidang pendidikan dan kesehatan di wilayah Serawai Ambalau ini yang sesuai dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Sintang,” tukasnya.
“Kepada komite sekolah, mengurus sekolah jangan sendirian, bisa menggali menemani para dewan guru untuk tetap ,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Ernawati mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan membantu memberikan fasilitas penunjang pendidikan.
“Semua ini kita bantu, kita dukung ini semua demi memajukan dunia pendidikan di desa Kepala Jungai ini dan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan,” kata Ernawati.
Ernawati menambahkan, bahwa kalau kegiatan proses belajar mengajar agar lebih baik lagi Pemerintah Desa harus bekerjasama dengan stakeholder.
“Karena bekerja sendiri tidak bisa, tentu dalam melayani berbagai fasilitas pendukung perlu adanya pihak lain, termasuk dari pihak komite, pihak perusahaan, untuk bersama-sama berpartisipasi pelaksanaan belajar mengajar di sekolah kita,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SMPN 5 Ambalau, mengatakan bahwa sekolah ini dibangun pada tahun 2017 dan 2017.
“Jadi pada tahun 2016 itu kita bangun pertama satu gedung dengan 2 ruang kelas, kemudian pada tahun 2017 kita bangun lagi penambahan 2 kelas, jadi ada 4 kelas, 1 kelas untuk ruang guru, sisanya untuk belajar mengajar,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses belajar mengajar di SMPN 5 Ambalau ini sudah berlangsung selama 1 semester.
“Kami buka penerimaan siswa pada bulan Juni 2017 lalu, dengan jumlah murid ada 16 orang, yang berasal dari desa-desa sekitar dari sini, jadi kami inginkan Pemerintah Kabupaten Sintang bisa menambah ruang lokal belajar mengajar untuk di SMP ini,” tandasnya. (Sg/Hms)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini