Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Tuesday, 04 April 2017 |
KalbarOnline, Ketapang – Dewan Adat Dayak Kabupaten Ketapang menggelar ritual adat bertajuk ‘Mengubas Tanah Arai’ yang bertujuan mewujudkan situasi dan kondisi Kabupaten Ketapang tetap aman, nyaman, damai serta kondusif yang berlangsung di Tugu Perdamaian, Jalan Ahmad Yani Ketapang, Senin (3/4) kemarin.
Kegiatan yang berjalan secara damai tersebut dihadiri juga Kepala Kejaksaan Negeri, Joko Yuhono, SH., MH, Kasdim 1203 Mayor Inf Sukur Hermanto, Waka Polres, Kompol Reza Simanjuntak, Pimpinan Forkopimda, Pengurus DAD, Pengurus Pemuda Melayu, Tokoh Agama, Adat dan undangan lainnya.
[caption id="attachment_2950" align="aligncenter" width="600"]
Suasana Aksi Yang Digelar DAD Ketapang (Foto: Adi)[/caption]
Tampak sejumlah pemuda membawa spanduk yang bertuliskan “Gerakan Masyarakat Ketapang Cinta Damai”, dan “Gerakan Masyarakat Ketapang Cinta Damai & Anti Radikalisme”, serta spanduk yang bertuliskan “Masyarakat Kabupaten Ketapang Peduli dan Cinta Akan Suasana yang Aman dan Kondusif” mereka berasal dari pemuda Dayak dan pemuda Melayu Kabupaten Ketapang.
Lumintus Dewa perwakilan dari Pemuda Dayak dan A Razak perwakilan dari Pemuda Melayu menyampaikan orasi yang intinya mendukung kepemimpinan dan pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, dalam menjalan proses pemerintahan dan pembangunan.
Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk menciptakan rasa damai, rasa aman di Kabupaten Ketapang.
Sebab menurutnya, jika tidak ada rasa damai, tidak ada rasa aman, pemerintah akan sulit untuk melaksanakan proses pemerintahan dan pembangunan dengan baik.
“Kegiatan hari ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan rasa damai dan tentram juga,” imbau Martin.
Selain itu, Bupati berpesan kepada para demong adat, dukun adat, para betaro setelah ritual adat “Mengubas Tanah Arai” melanjutkan kegiatan di wisma Hulu Sungai sebagai ucapan syukur karena terselenggaranya ritual adat dengan aman dan tertib.
“Pemkab Ketapang tetap mendukung adat budaya apa lagi kegiatan yang untuk menciptakan kondisi aman tenteram dan kondusif di Kabupaten Ketapang,” pungkasnya. (Adi LC)
KalbarOnline, Ketapang – Dewan Adat Dayak Kabupaten Ketapang menggelar ritual adat bertajuk ‘Mengubas Tanah Arai’ yang bertujuan mewujudkan situasi dan kondisi Kabupaten Ketapang tetap aman, nyaman, damai serta kondusif yang berlangsung di Tugu Perdamaian, Jalan Ahmad Yani Ketapang, Senin (3/4) kemarin.
Kegiatan yang berjalan secara damai tersebut dihadiri juga Kepala Kejaksaan Negeri, Joko Yuhono, SH., MH, Kasdim 1203 Mayor Inf Sukur Hermanto, Waka Polres, Kompol Reza Simanjuntak, Pimpinan Forkopimda, Pengurus DAD, Pengurus Pemuda Melayu, Tokoh Agama, Adat dan undangan lainnya.
[caption id="attachment_2950" align="aligncenter" width="600"]
Suasana Aksi Yang Digelar DAD Ketapang (Foto: Adi)[/caption]
Tampak sejumlah pemuda membawa spanduk yang bertuliskan “Gerakan Masyarakat Ketapang Cinta Damai”, dan “Gerakan Masyarakat Ketapang Cinta Damai & Anti Radikalisme”, serta spanduk yang bertuliskan “Masyarakat Kabupaten Ketapang Peduli dan Cinta Akan Suasana yang Aman dan Kondusif” mereka berasal dari pemuda Dayak dan pemuda Melayu Kabupaten Ketapang.
Lumintus Dewa perwakilan dari Pemuda Dayak dan A Razak perwakilan dari Pemuda Melayu menyampaikan orasi yang intinya mendukung kepemimpinan dan pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, dalam menjalan proses pemerintahan dan pembangunan.
Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk menciptakan rasa damai, rasa aman di Kabupaten Ketapang.
Sebab menurutnya, jika tidak ada rasa damai, tidak ada rasa aman, pemerintah akan sulit untuk melaksanakan proses pemerintahan dan pembangunan dengan baik.
“Kegiatan hari ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan rasa damai dan tentram juga,” imbau Martin.
Selain itu, Bupati berpesan kepada para demong adat, dukun adat, para betaro setelah ritual adat “Mengubas Tanah Arai” melanjutkan kegiatan di wisma Hulu Sungai sebagai ucapan syukur karena terselenggaranya ritual adat dengan aman dan tertib.
“Pemkab Ketapang tetap mendukung adat budaya apa lagi kegiatan yang untuk menciptakan kondisi aman tenteram dan kondusif di Kabupaten Ketapang,” pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini