Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Friday, 03 March 2017 |
KalbarOnline, Pontianak – Terkait permasalahan perizinan untuk perumahan, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengaku tak ada masalah. Bahkan dalam Talkshow BTN-REI Expo, Rabu (1/2), ia menantang REI Kalbar khususnya Ketua REI Kalbar, Sukiryanto, ingin berapa hari diselesaikan perizinannya oleh Pemerintah Kota Pontianak.
“Kalau perizinan perumahan, saya tinggal tanya Pak Sukir mau berapa hari (izin), kalau perlu, mau selesai berapa jam izinnya,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan anggota REI Kalbar yang hadir malam itu, seperti yang dilansir dari laman pontianak.tribunnews.com.
Pemkot Pontianak, menurutnya, sangat komitmen memberikan kemudahan dalam pengurusan perizinan. Bahkan ia menyebut telah meminta Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Pontianak untuk tidak lagi “ngomong” hari dalam masalah perizinan.
“Sekarang pakai jam saja. Karena apa yang disulitkan. Mereka (pengembang) datang bawa persyaratan buat ngurus izin. Tinggal diproses saja. Kalau urusan gambar-gambar itu kan urusan mereka bukan kita,” tuturnya.
Orang nomor 1 (satu) di Kota Pontianak ini juga menuturkan bahwa untuk infrastruktur guna mendukung pertumbuhan properti di Kota Pontianak sudah sangat banyak yang dilakukan Pemkot. Contohnya, Pemkot komitmen membangun jalan-jalan hingga batas kota.
“Kalau untuk jalan itu Husein Hamzah sudah kita bangun sampai batas kota. Lalu Berdikari, Karet di situ ada kawasan 1.000 hektare bakal tumbuh perumahan Kita investasi lahan sampai Rp78 miliar di situ nanti kita bikin booster PDAM. Di situ juga sudah ada empat pengembang,” terangnya.
Jadi untuk Kota Pontianak, lanjutnya, sudah tak ada masalah untuk masalah jalan hingga air bersih untuk mendukung pertumbuhan properti.
Hanya saja tahun ini, diakuinya, perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) akan menjadi massa terakhir di Kota Pontianak.
Event BTN REI Expo 2017 yang dilaksanakan di rumah Radakng, jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, tersebut merupakan pameran property yang diikuti oleh 111 stand, dan akan berlangsung hingga 5 Maret 2017 mendatang. (Fai)
KalbarOnline, Pontianak – Terkait permasalahan perizinan untuk perumahan, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengaku tak ada masalah. Bahkan dalam Talkshow BTN-REI Expo, Rabu (1/2), ia menantang REI Kalbar khususnya Ketua REI Kalbar, Sukiryanto, ingin berapa hari diselesaikan perizinannya oleh Pemerintah Kota Pontianak.
“Kalau perizinan perumahan, saya tinggal tanya Pak Sukir mau berapa hari (izin), kalau perlu, mau selesai berapa jam izinnya,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan anggota REI Kalbar yang hadir malam itu, seperti yang dilansir dari laman pontianak.tribunnews.com.
Pemkot Pontianak, menurutnya, sangat komitmen memberikan kemudahan dalam pengurusan perizinan. Bahkan ia menyebut telah meminta Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Pontianak untuk tidak lagi “ngomong” hari dalam masalah perizinan.
“Sekarang pakai jam saja. Karena apa yang disulitkan. Mereka (pengembang) datang bawa persyaratan buat ngurus izin. Tinggal diproses saja. Kalau urusan gambar-gambar itu kan urusan mereka bukan kita,” tuturnya.
Orang nomor 1 (satu) di Kota Pontianak ini juga menuturkan bahwa untuk infrastruktur guna mendukung pertumbuhan properti di Kota Pontianak sudah sangat banyak yang dilakukan Pemkot. Contohnya, Pemkot komitmen membangun jalan-jalan hingga batas kota.
“Kalau untuk jalan itu Husein Hamzah sudah kita bangun sampai batas kota. Lalu Berdikari, Karet di situ ada kawasan 1.000 hektare bakal tumbuh perumahan Kita investasi lahan sampai Rp78 miliar di situ nanti kita bikin booster PDAM. Di situ juga sudah ada empat pengembang,” terangnya.
Jadi untuk Kota Pontianak, lanjutnya, sudah tak ada masalah untuk masalah jalan hingga air bersih untuk mendukung pertumbuhan properti.
Hanya saja tahun ini, diakuinya, perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) akan menjadi massa terakhir di Kota Pontianak.
Event BTN REI Expo 2017 yang dilaksanakan di rumah Radakng, jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, tersebut merupakan pameran property yang diikuti oleh 111 stand, dan akan berlangsung hingga 5 Maret 2017 mendatang. (Fai)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini